Puluhan Perempuan Berbekal Merias Pengantin

Diterbitkan  Jumat, 16 / 11 / 2018 21:33 - Berita Ini Sudah :  327 Dilihat

PAMULANG-Puluhan perempuan mendapat bekal ketrampilan merias pengantin. Ketampilan khusus ini diberikan dalam pelatihan digelar di Aula Kecamatan Pamulang, olah Dinas Pemberdayaan  Masyarakat  Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga  Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel.

Ketrampilan merias pengantin tersebut penting diberikan agar selanjutnya dapat meningkatkan kapasitas keterampilan masyarakat, sehingga dapat memperkokoh ekonomi keluarga.

“Memiliki keterempilan merias sekaligus diberikan sertifikat dapat digunakan untuk melamar ke salon dan lain-lain di samping memang mereka juga dapat membuka rias pengantin sendiri,” kata Kabid Pemberdayaan Perempuan, Dinas Pemberdayaan  Masyarakat  Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga  Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel, Yuspinah.

Kegiatan ini dalam rangka Bina Kreativitas Perempuan Pelatihan Tata Rias Pengantin dengan tema “Pengantin Muslim Yogyakarta Berkerudung Tanpa Paes”. Pelatihan sekitar lima hari, diberikan bekal dasar bagaimana cara merias, merangkai bunga, memilih tata busana dan lain sebagainya.

“Peserta dibekali pelatihan dasar merias pengantin, dari cara memilih busana, dan menata bunga. Rias pengantin satu keterampilan yang harus dipelajari agar nantinya profesional,” tambah ia.

Kegiatan ini berdasarkan usulan Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan Benda Baru Kecamatan Pamulang, tahun 2017 silam. Atas usulan itu, maka DPMP3AKB melaksanakan kegiatan. “Saat Musrenbang tahun lalu diusulkan untuk diadakan kegiatan pelatihan, dan sekarang waktunya kegiatan itu berjalan,” tuturnya.

Kegiatan digelar mulai pagi pukul 08.00-15.00 WIB dengan mendatangkan pakar tata rias seperti kerjasama dengan rias Budi Kusuma Pamulang. Masing-masing peserta membawa satu model untuk dirias dan dipola menjadi cantik jelita. Para peserta diajarkan, bagaimana cara pengantin harus duduk yang pantas, tata letak tangan dan kakinya harus seperti apa, semua diajarkan.

“Hal-hal detail diajarkan kepada peserta, dengan harapan selama pelatihan dapat menyerap ilmu dari para narasumber. Kuncinya harus sabar, ulet dan pentang menyerah,” sarannya.

Kasi Peningkatan Kualitas Hidup dan Pengembangan Keluarga Perempuan DPMP3AKB Tangsel, Mercy Apriyanti menambahkan, peran wanita dalam kehidupan keluarga dibutuhkan bukan hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi juga perlu memiliki keterampilan. Pelatihan merias pengantin ini salah satunya agar pera peserta dapat mengembangkan ilmu yang telah diperoleh. (din)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!