Taruna Mandiri Siapkan Siswa Berkarakter

Diterbitkan  Minggu, 18 / 11 / 2018 22:24 - Berita Ini Sudah :  386 Dilihat

 

PAMULANG-Tantangan siswa saat ini cukup berat menghadapi dunia digitalisasi. Satu sisi mereka harus mampu menguasai dunia pendidikan di sekolah, di sisi lain harus mampu menaklukkan teknologi.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan  di hadapan ratusan siswa bahwa cukup berat beban siswa era saat ini. Para siswa harus berhadapan dengan teknologi digitalisasi yang telah masuk ke sendi-sendi kehidupan sehari-hari. Sementara tugas mereka adalah belajar tanpa kenal lelah bekal masa depan.

“Tantangan pelajar saat ini, bagaimana kamu menaklukan kemajuan teknologi untuk hal positif yang baik. Gunakan gadjet itu untuk dapat ilmu pengetahuan dan cari informasi tentang sebanyak mungkin,” katanya saat orasi di Taruna Mandiri Festival Educational Fair,” Sabtu (17/11).

Bang Ben, sapaan karib Benyamin Davnie, mengingatkan pentingnya fokus belajar, baik di ruangan kelas maupun lingkungan, serta rumah. Siswa yang cerdas untuk mempersiapkan tiga puluh tahun mendatang. Jangan pernah malas belajar, tapi harus rajin dan semangat.

“Jadilah anak cerdas tidak malas belajar. Jika kamu ingin menjadi walikota harus cerdas. Kerja keras yang harus Anda lakukan belajar baik di sekolah, lingkungan dan rumah. Cerdas tidak datang sendiri tapi harus dilatih,” tambah Bang Ben.

Di antara keduanya, kata Bang Ben, sama-sama penting. Cerdas secara akademis juga cerdas memanfaatkan teknologi informasi. Namun satu hal yakni jangan pernah dikesampingkan bahwa menjaga kejernihan nurani jauh lebih utama. Jangan sampai teknologi hadir menjadikan siswa memiliki karakter individualis.

“Jadilah orang Indonesia, dengan otak mencari ilmu setinggi-tingginya dan sejauh-jauhnya. Tapi jangan lupa gunakan hati  nurani untuk menilai mana yang pantas dan tidak pantas. Kultur kita dinamis, gotong royong dan  musyawarah  bukan individualis komunikasi dengan orangtua menggunakan chating,” pesannya.

Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muktiono Maspodo menyampaikan perlu memanfaatkan media sebaik-baiknya diera saat ini dalam menambah ilmu pengetahuan. “Ini keberuntungan bagi kita untuk memanfaatkan, yang mana hidup pada zamannya,” ia menyampaikan.

Chief Eksekutif Officer Sekolah Taruna Mandiri drg Sukma Selfia Rianti didampingi Pembina Taruna Mandiri H Al Mansur, menyampaikan tantangan siswa yang dihadapi sekarang pembentukan karakter.

“Semakin tinggi teknologi kita sangat minim berhadapan  dengan satu sama lain sosialnya. Sehingga kita bentuk karakter mereka saling menghormati saling membantu dan saling menghargai perbedaan,” tukasnya.

Sukma melanjutkan, upaya membentuk karakter siswa, Sekolah Taruna Mandiri setiap pagi melakukan doa bersama. Siswa setiap  agama melakukan ibadah di dalam kelas masing-masing sebelum memulai  aktivitas. Tujuanya untuk lebih baik, lebih mandiri dan percaya diri. “70 persen karakter dibentuk di keluarga bukan di dalam kelas. Dunia pendidikan hanya sekitar 30-40 persen,” tambahnya.

Acara Taruna Mandiri Festival Educational Fair dibuka sejak 12 November dan pada 17 November  sebagai acara puncak. Acara lomba mulai dari tingkat  TK-SMA. Pada puncak acara melibatkan 20 universitas , lomba mewarnai 170 siswa dan 139 lomba aktif serta lomba renang sebanyak 400 nomor punggung dari TK-SD dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Depok, Bogor hingga Lebak Banten. (din)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!