Akting Airin Memukau Penonton Lenong

Diterbitkan  Selasa, 20 / 11 / 2018 22:02 - Berita Ini Sudah :  333 Dilihat

PONDOK AREN– Akting Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany bersama dengan Bolot dan Narji memukau ratusan penonton. Di Lapangan Pondok Aren, Kota Tangsel, penonton berjubel menyaksikan pentas Lenong dengan judul “Lenong Jawara Tersingkir” yang diperankan Airin tersebut.

Dengan menggunakan baju encim warna biru Airin tampak memikau. Airin pun keluar dan mulai berlenong. Masyarakat pun bertepuk tangan dan bersorak. Mereka berteriak, “Airin keluar tuh!”, “cantik ya!”, kata penonton yang menyaksikan lenong.

Airin menyapa warganya, “Penonton! Warga Tangsel, apa kabar? Sehat kan ye?”. “ Alhamdulillah,” saut penonton.

Lenong Jawara Tersingkir ini berlatar belakang Tangsel tempo dulu. Dengan backdrop rumah betawi. Dialog demi dialog pun hidup, membuat penonton gembira dan tak jarang tertawa. Terlebih saat adegan dialog Bolot yang diajak ngobrol dengan Narji, dia berakting tidak dengar alias bolot. Namun, saat Airin mengulang kembali dialog atau pertanyaan yang sama, barulah Bolot mendengarkan.

“Dia kebiasaan, kalau cewek cakep ngomong baru mudeng, denger. Giliran gua, kagak!” timpal Narji yang disambut gelak tawa ratusan penonton.

Seperti biasa, Bolot hanya tertawa polos sembari terus menatap Airin lantaran terpesona. Airin yang asli keturunan tanah Parahiyangan sempat bergurai menggunakan bahasa Betawi dengan apik.

Sementara mpo Imah, yang diperankan oleh Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan (Asda II) Pemprov Banten Eneng Nurcahyati sangat apik memerankannya. “Saya baca skrip, hanya manis dan enak, bingung kan saya improvisasi saja, terlebih logatnya pakai Betawi,” ungkapnya.

Eneng mengaku baru pertama kali mengikuti lenong. “Ini pengalaman pertama saya, seru, banyak improvisasi, dan ini sangat mendidik, karena kita diajarkan untuk mencintai kesenian budaya Betawi yakni Lenong,”katanya yang memerankan penjual kopi.

Airin mengungkapkan, tidak ada yang berbeda dari lenong sebelumnya pada tahun lalu. Namun yang berbeda, pemerannya saja lantaran Kapolresnya baru, Kepala Kejaksaanya baru, untuk dialognya tidak jauh berbeda. “Seru, masyarakat Tangsel bisa terhibur dengan adanya lenong ini, terlebih ini merupakan rangkaian peringatan HUT Tangsel ke-10,”singkatnya.

Sementara itu, Abdul Karim, pembuat naskah lenong Betawi berjudul “Jawara di Tanah Tersingkir” mengatakan, sengaja mengajak Airin dan pejabat lainnya dalam pementasan kali ini.

“Judulnya Jawara di Tanah Tersingkir. Ceritanya tentang keberadaan orang-orang Betawi yang makin terpinggirkan. Setting ceritanya Tangsel zaman dulu,” kata Karim.

Dalam lakon itu, Airin berperan sebagai Farida istri H Sukur, seorang tuan tanah yang dermawan. Mereka punya anak bernama Fatimah.

 

“Sosok Fatimah ini diperankan oleh Haskia, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Kota Tangsel, yang juga anggota Lembaga Kebudayaan Betawi (LBB),” paparnya.

Cerita berawal dari penculikan Fatimah oleh gerombolan si Jabrik, jawara suruhan tuan tanah jahat. Tidak kalah sangar, pemeran tokoh Si Jabrik, Dandim 0506/Tangerang Letkol Inf Faisol Izuddin Karimi.

“Si Jabrik punya empat anggota, yakni si Japra (Ketua Bamus Betawi Tangsel H Toto), Gopar (Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan), Rustam (Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta), dan Gareng (panitia),” jelasnya.

Selain menjadi anak buah si Jabrik, Japra ternyata orang H Sukur yang menyusup ke dalam kelompok Jabrik yang melaporkan setiap kegiatan dan aktivitas kelompok itu.

“Jadi, penculikan itu dilakukan karena H Sukur tidak mau menjual tanahnya kepada tuan tanah jahat. Tetapi karena H Sukur tidak mau menjual, maka Fatimah diculik, sebagai jaminan tanahnya,” katanya. (irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!