Jumantik Pamulang Lakukan Silent Survey


Hindari Ancaman DBD di Musim Hujan

Diterbitkan  Selasa, 20 / 11 / 2018 20:47 - Berita Ini Sudah :  1526 Dilihat

PAMULANG-Antisipasi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypty dimusim penghujan saat ini, Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Kecamatan Pamulang, menerjunkan 200 orang kader Jumantik kesejumlah kelurahan yang ada di Pamulang, Senin (1911).
Seluruh kader Jumantik yang diterjunkan ke 25 RW di antaranya empat RW di Kelurahan Benda, dua RW di Kelurahan Kedaung, 15 RW di Kelurahan Pamulang Timur dan tiga RW di Kelurahan Pamulang Barat ini. Mereka didampingi puluhan petugas silent survey ke rumah-rumah penduduk yang ada di empat kelurahan tersebut setiap tiga bulan sekali.
Ketua Pokjanal Jumantik DBD Kecamatan Pamulang, Subekti mengatakan, tingginya potensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang pernah terjadi di wilayah Pamulang pada 2015 lalu, harus segera diantisipasi sejak jauh-jauh hari.
“Kalau tahun 2015-2016, Kecamatan Pamulang itu paling tinggi angka penyakit DBD nya,” ungkap Subekti disekretariat Pokjanal Jumantik Kecamatan Pamulang.
Namun, Subekti jelaskan, angka tersebut menurun seiring dibentuknya gerakan satu rumah satu Jumantik yang memantau jentik nyamuk dimasing-masing rumah penduduk. Hasilnya, statistik angka penyebaran penyakit DBD itupun menurun pada Desember 2017 lalu. Meski begitu, mengacu pada siklus lima tahunan soal penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini, bisa saja tahun depan penyebaran penyakit tersebut kembali terulang.
“Karena ada sering disebut siklus lima tahunan. Nah, siklus lima tahunan ini akan terjadi tahun depan. Jadi kalau tidak dipersiapkan dari sekarang, bisa jadi tahun depan ada lagi warga yang terkena DBD,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Sosialisasi dan Penyuluhan Pokjanal Jumantik Kecamatan Pamulang, Yayah Syamsiah mengemukakan, dalam tugasnya memberantas jentik nyamuk di rumah penduduk, para kader akan di dampingi petugas surveyor melakukan uji petik ke RW-RW yang sudah mendapatkan sertifikasi bebas jentik.
“Kami ingin mengetahui apakah kegiatan jumantik ini terus berjalan dengan baik atau tidak diwilayah tersebut. Kami berharap kader ini bekerja optimal memberantas jentik nyamuk dipemukiman penduduk,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!