BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 10 Juta Pekerja Gabung di 2020

Diterbitkan  Rabu, 21 / 11 / 2018 22:14 - Berita Ini Sudah :  702 Dilihat

SERPONG-Target 10 juta pekerja informal atau bukan penerima upah dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di tahun 2020.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis menyatakan pemerintah menargetkan tahun 2021, sebanyak 15 persen pekerja informal wajib mendapatkan jaminan sosial pekerja. ”Data kita, ada 120 juta pekerja. Untuk informalnya sebesar 65 juta. Jadi, kalau 15 persennya dari pekerja informal sekitar 9-10 juta,” katanya

Ia menjelaskan jaminan sosial pekerja akan sangat bermanfaat apabila pekerja mengalami kecelakaan dan butuh biaya pengobatan. Peserta yang sudah ikut jaminan ketenagakerjaan akan ditanggung seluruh biaya pengobatannya sampai sembuh. ”Kita akan cover semuanya, pengobatan sampai gaji bulanan pekerja tersebut selama masa pengobatan sampai sembuh,” ucpannya

Untuk itu, smabungnya, pihaknya terus melakukan sosialisasi supaya pekerja informal ikut jaminan ketenagakerjaan. ”Dengan ikut program jaminan dengan membayar premi Rp16.800, semuanya akan dilindungi ketika mengalami kecelakaan kerja,” terangnya

Contoh kasus, lanjutnya, tukang ojek mengalami kecelakaan hingga patah tulang. Perlu dana untuk pengobatannya sampai Rp100-Rp300 juta. ”Biaya tersebut kita yang tanggung. Keluarganya juga, akan mendapatkan biaya bulanan sesuai dengan jaminan pekerja informal yang diambil,” tukasnya

Sementara, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan sosialisasi untuk keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan telah dilakukan, dengan menerbitkan Keputusan Walikota supaya pekerja diikutsertakan dalam jaminan sosial.

Untuk Tangsel sendiri, sambungnya, telah mengajak 13 ribu pengemudi ojek untuk bergabung jaminan sosial. ”Ada sekitar 65 persen pekerja produktif dari total 1,4 juta jiwa dan pelaku usaha mikro jumlahnya kisaran ratusan ribu. Adanya jaminan untuk pekerja informal tentunya akan menjamin kelangsungan kesejahteraan pekerja informal dan keluarganya, ketika mendapatkan kecelakaan,” katanya.

”Saya menilai, sangat bagus. Terutama pekerja informal yang diajak untuk mau ikut melindungi jiwanya dan keluarga,” pungkasnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!