Paripurna DPRD Usung Nuansa Sejarah Kota


Dedikasi Satu Dekade

Diterbitkan  Minggu, 25 / 11 / 2018 23:06 - Berita Ini Sudah :  304 Dilihat

HARI JADI KOTA TANGSEL: Walikota Tangerang Selatan Airin rachmi Diany terlihat menaiki motor saat melakukan kunjungan ke beberapa stand pameran dalam rangka hari jadi kota Tangerang Selatan ke – 10 di lapangan Sunbrust, BSD, Minggu (25/11).

SETU- Gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Jalan Raya Puspiptek No. 1, Kecamatan Setu, dipastikan dipakai untuk Rapat Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Kota Tangsel, Senin (26/11).

Dalam merayakan satu dekade kota ini, gelaran Rapat Paripurna DPRD tersebut dikemas dengan nuansa sejarah perjalanan kota. Sedangkan tema diusung yaitu “Dedikasi 1 Dekade”.

Melalui tema itu, DPRD selaku panitia Paripurna HUT ke-10 Kota Tangsel menghiasi gedung dewan dengan bunga Anggrek, pemasangan ondel-ondel serta dilengkapi galeri foto perjalanan Kota Tangsel, mulai dari wajah Kota Tangsel tempo dulu hingga kekinian.

“Ini sudah sesuai kesepakatan bersama, kita buat gedung DPRD Kota Tangsel, menampilkan nuansa Kota Tangsel, mulai dari dekorasi, hiasan, serta akan ada juga galeri foto yang kita tampilkan,” ujar Kasubag Humas dan Protokoler, Mochamad Azwar.

Beragam dekorasi tersebut dibuat untuk semakin membuat masyarakat Kota Tangsel paham atas sejarah perjalanan kota selama 10 tahun ini.

Pada saat paripurna ada pembacaan sejarah berdirinya Kota Tangsel sebagai daerah otonomi baru, pemekaran dari daerah induk yaitu Kabupaten Tangerang.

Untuk pembacaan sejarah Kota Tangsel, dilakukan oleh dua tokoh yang ikut berjuang menjadikan Kota Tangsel sebagai kota otonom baru, yaitu Saderi A Sairi dan KH Zarkasih Nur.

“Nanti juga akan ada pembacaan sejarah Kota Tangsel yang akan dibacakan oleh dua tokoh pemekaran Kota Tangsel dan pembacaan sejarah ini memang selalu ada setiap tahun,” ujarnya.

Para pejabat mulai dari Gubernur, kepala daerah lain di Provinsi Banten, serta pejabat Muspida, dijadwalkan hadir. Selain itu mengundang beberapa tokoh yang memang terlibat dalam pemekaran Kota Tangsel seperti Margiono, Al Mansyur, Rasyud Sakir, Hery Sumardi, Jazuli Juwaini serta banyak lagi tokoh lainnya.

“Kita juga mengundang seluruh organisasi masyarakat dan juga organisasi kepemudaan, serta beberapa elemen masyarakat lainnya. Ini paripurna terbuka untuk umum,” ujarnya.

Rangkaian acara paripurna meliputi, antara lain menyanyikan lagu Indonsia raya, pembacaan Ayat Suci Alquran, pembacaan doa, pembukaan, pembacaan sejarah Kota Tangsel, sambutan Walikota Tangsel, sambutan Gubernur Banten, penutup dan diakhri dengan ramah tamah seluruh tamu undangan.

//Airin Paparkan Capaian

Walikota Airin Rachmi Diany dalam Rapat Paripurna DPRD akan menyampaikan pidato atas capaian dan keberhasilan.

Airin menyampaikan, pada 26 Nopember 2018 merupakan momen pembentukan Kota Tangsel sebagai titik awal dari sebuah proses menuju yang diharapkan segenap masyarakat. Salah satu modal terpenting yang dimiliki oleh para pencetus. Pemrakarsa dan para pendiri untuk mewujudkan terbentuknya Kota Tangsel, adalah semangat dan optimisme.

“Untuk itu, mari kita senantiasa menjaga semangat dan optimisme ini. Mari kita semua yang ada di sini, dalam menjalankan peran kita masing-masing, senantiasa melihat kembali semangat awal pembentukan Kota Tangsel. Mari kita semua untuk senantiasa meneguhkan optimisme dalam upaya mencapai apa yang menjadi tujuan awal pembentukan kota yang kita cintai ini,” seru Airin.

Selain itu ada banyak penghargaan diraih pada tahun ini. Bahwa pencapaian dalam bentuk penghargaan dan pengakuan dari pihak luar bukan merupakan tujuan akhir dari apa yang dilakukan.

“Tujuan akhir yang ingin kita capai dan wujudkan adalah bagaimana kita dapat membangun sebuah kota dan yang terus berkembang menjadi lebih baik dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Demikian, setidaknya, penghargaan ini dapat dilihat sebagai sebuah media untuk memacu prestasi dan meningkatkan motivasi agar ke depan dapat lebih baik lagi. Penghargaan juga dapat dilihat sebagai sebuah instrumen pengukur,” tambah ia.

Di antaranya beberapa penghargaan pemerintah kota dengan OPD terbaik bidang Koperasi dan UMKM dari kementerian Koperasi dan UMKM, Kota Layak Anak terbaik untuk kategori madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penghargaan Karya Dharma Bhakti dari Kementerian Hukum dan HAM dan penghargaan Natamukti Nindya dari Kementerian UMKM.

Ia pun menyampaikan soal pencapaian dalam konteks indikator makro, secara garis besar, selama satu tahun ini terdapat peningkatan atau pertumbuhan positif. Hal ini dapat dilihat dari angka berikut ini, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 80,84,angka paling tinggi di Provinsi Banten. Rata-rata Lama Sekolah 11,77 Tahun, Angka Harapan Lama Sekolah 14,39 Tahun.  Angka Harapan Hidup sebesar 72,16 Tahun dan Daya Beli sebesar 15,29 Juta Rupiah.

Adapun laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) terjaga di atas rata-rata provinsi dan nasional, yakni mencapai 7,43 persen di tahun 2017.  PDRB per kapita mencapai 41,53 juta rupiah sedangkan tingkat pengangguran sebesar 6,8 persen.   Tingkat kemiskinan terjaga di bawah 2 persen, sebesar 1,76 persen di tahun 2017, dan merupakan tingkat kemiskinan terendah di seluruh kabupaten/kota di Indonesia

“Hal lain yang terus kita upayakan untuk meningkat adalah besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja atau APBD. Pada Tahun Anggaran 2018, besaran APBD berada pada angka 3,57 Triliun Rupiah. Untuk rencana Tahun Anggaran 2019 yang sedang dalam proses pembahasan, angka tersebut akan diupayakan untuk meningkat menjadi 3,61 Triliun Rupiah,” tambahnya.

Pada sektor Pendapatan Asli Daerah atau PAD, kita juga akan mengupayakan untuk terus terjadi peningkatan. Target PAD untuk Tahun Anggaran 2019 adalah sekitar Rp 1,59 triliun, atau meningkat dari angka di Tahun Anggaran sebelumnya yang mencapai 1,45 Trilyun Rupiah.

Di samping apa yang telah berhasil dicapai, masih memiliki beberapa tantangan yang harus terus diuapayakan untuk dicari solusi dan langkah penyelesaiannya. Pertama, tingginya angka pertumbuhan penduduk Tangsel, yang berada pada kisaran 3,21% per tahun. Dengan kepadatan penduduk dari 10 ribu penduduk per kilometer persegi.

Hal ini akan dapat mengakibatkan adanya permasalahan di bidang sosial, lingkungan, perumahan, pengelolaan limbah, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah dan sebagainya. Terkait dengan hal ini, salah satu langkah yang harus terus dilakukan adalah dengan meningkatkan dukungan infrastruktur.

Kedua, tingkat pengangguran yang berada di angka 6,8 Persen. Walaupun angka tersebut berada di bawah tingkat pengangguran Provinsi dan kabupaten/kota lain di Banten, namun masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat nasional. Hal ini mengharuskan kita untuk terus mampu meningkatkan ketersediaan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, walaupun kualitas sumber daya manusia kita relatif lebih baik dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, namun kualitas tersebut harus terus kita tingkatkan. Upaya peningkatan ini di antaranya dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Keempat, Kita masih harus terus mendorong pembangunan daerah yang berkarakter inklusif, yaitu pembangunan yang dapat dirasakan dan dijangkau oleh seluruh komponen yang ada di masyarakat. Kita harus secara terus menerus melakukan pembangunan yang memastikan bahwa kelompok rentan seperti orang tua, anak-anak, perempuan, kelompok difabel, dan kelompok rentan lainnya mendapatkan manfaat pembangunan dan ruang partisipasi yang sama. Karakater atau konsep pembangunan inklusif ini merupakan salah satu identitas sebuah kota yang maju, sebagaimana dituangkan dalam Sustainable development goals. (dra/din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!