YPKP Anjurkan Pentingnya Nutrisi Seimbang


Belanja dan Masak Bersama di Pasar Modern Bintaro

Diterbitkan  Senin, 26 / 11 / 2018 21:40 - Berita Ini Sudah :  281 Dilihat

PONDOK AREN-Pembangunan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia merupakan bagian dari 9 agenda prioritas (Nawacita) yang diusung Presiden Joko Widodo. Program Indonesia Sehat dengan salah satu komponennya yakni revolusi mental agar masyarakat memiliki paradigma hidup sehat.
Peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Dr. drg. Amaliya menyatakan, pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan besar. Malnutrisi dan peningkatan tren penyakit tidak menular patut menjadi perhatian serius.
“Persoalan kesehatan tersebut terutama disebabkan gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik, sanitasi yang buruk, dan asupan gizi yang tidak seimbang. Semua faktor tersebut harus menjadi perhatian dan diselesaikan secara komprehensif,” katanya di 2018 Community Gathering dengan tema “Susu Kental Manis sebagai Salah Satu Sumber Gizi Seimbang Masyarakat Indonesia” dilaksanakan di Pasar Modern Bintaro, Pondok Aren.
Perbandingan tahun 2013, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dengan 2018, masyarakat Indonesia menerapkan gaya hidup tidak aktif (sedentari) naik dari 26,1% menjadi 33,5%. Persoalan gizi buruk akibat malnutrisi mulai mengalami perbaikan. Proporsi status stunting (kerdil) turun dari 37,2% menjadi 30,8%. Demikian juga proporsi status gizi buruk dan gizi kurang berkurang dari 19,6% menjadi 17,7%.
Khusus mengenai asupan gizi seimbang, Amaliya menjelaskan, susu memiliki berbagai kandungan nutrisi antara lain protein, lemak, dan vitamin yang sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan seseorang dalam setiap tahap kehidupan dari anak-anak hingga dewasa.
Masyarakat sebagai konsumen lebih cerdas serta tanggap terhadap literasi nutrisi yang terkandung pada setiap makanan yang dikonsumsi. Salah satunya dengan membaca label dan mencari informasi yang benar dari ahlinya. Hal ini sejalan dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang baru dirilis akhir Oktober lalu. Aturan tersebut memperkuat Perka BPOM Nomor 21 tahun 2016 tentang Kategori Pangan yang menjelaskan kandungan berbagai produk pangan, termasuk susu.
“Saya rasa masyarakat tidak perlu ragu lagi mengenai kandungan susu, termasuk susu kental manis. Berbagai aturan yang ada sudah menegaskan produk pangan olahan termasuk susu kental manis aman dikonsumsi dengan tetap memerhatikan label di setiap kemasan produknya,” ujarnya.
Pada kegiatan Community Gathering di Pasar Modern Bintaro tersebut, Amaliya didampingi selebritas Melaney Ricardo dan Chef Glenn Waas yang juga merupakan konsultan makanan dan pembawa acara sejumlah acara masak di televisi.
“Saya sangat bersyukur mendapatkan pengetahuan dari YPKP mengenai pentingnya gizi seimbang termasuk informasi lengkap tentang manfaat susu kental manis. Ini akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi saya dalam memberikan asupan makanan yang seimbang bagi keluarga,” ungkap Melaney. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!