Ingin Bahagiakan Orang Tangsel, Airin Nggak Sempat Pergi Ke Salon Lagi

Diterbitkan  Rabu, 28 / 11 / 2018 21:32 - Berita Ini Sudah :  369 Dilihat

Airin Rachmi Diany sudah tujuh tahun memimpin Tangerang Selatan (Tangsel). Hari-harinya disibukkan untuk masyarakat. Kata Airin, waktunya habis untuk rapat-rapat, menghadiri beragam kegiatan, juga terjun ke kecamatan, kelurahan, dan pelosok-pelosok pinggiran kota. Kini, finalis Putri Indonesia 1996 itu tak sempat lagi ke salon. Merawat kecantikan atau melakukan perawatan tubuh, dilakukannya sendiri.

Untuk menjaga kebugaran, Airin hanya sempat berolahraga jalan kaki pagi hari. “Kalau ada waktu, saya jalan kaki pagi. Ya seminggu bisa dua tiga kali lah,” ujar wanita cantik kelahiran Agustus 1976 ini, sambil menambahkan, kakeknya yang sudah berusia lebih dari 90 tahun masih kelihatan sehat karena rutin jalan kaki pagi.

Kakeknya itu, menurut Airin, bahkan terlihat lebih sehat dibanding Ayahnya yang berusia 73 tahun. “Aki lebih rajin jalan kaki dibanding Ayah, yang memilih olahraga tenis atau golf, namun nggak rutin,” ujarnya.

“Saya sih yang penting sehat dan selalu berpikir positif saja. Meski banyak tantangan yang mesti dihadapi sebagai kepala daerah, tapi saya berusaha untuk tidak stres,” katanya memberi tips.

Airin ngobrol hangat dengan Rakyat Merdeka, di Intermark Serpong, kemarin. Banyak hal diceritakan. Tentang keseharian tugasnya sebagai Walikota Tangsel, yang kini di masa periode kedua, hingga hobi dan kesukaannya.

Menurut Airin, tugas sebagai walikota, bukan hanya meningkatkan kualitas hidup rakyat, tetapi juga memperbaiki mutu birokrasi di Tangsel. Memang bukan pekerjaan mudah. Apalagi, dia terbiasa kerja cepat.

“Kata orang, saya ini kelewat cepat kalau melangkah. Bahkan, ngomong pun, banyak yang bilang, saya terlalu cepat. Jadi saya rem sedikit, biar temen-temen di birokrasi bisa memahami,” katanya.

Airin memperlambat langkah untuk menyesuaikan irama birokrasi, sekaligus meningkatkan mutunya. “Terpenting, sama-sama bergerak maju,” kata Airin, yang asli kelahiran Banjar itu.

“Dengan penyesuaian-penyesuaian seperti ini, seluruh gerbong birokrasi bersama saya sebagai lokomotif, bisa berjalan selaras, lebih cepat dari waktu-waktu yang lalu,” tambahnya.

Bagaimana kemajuannya? Menurut Airin, Pemerintah Kota Tangsel kini cukup responsif menghadapi persoalan di masyarakat. Misalnya, tentang iuran BPJS Kesehatan. Tunggakan masyarakat ditalangi dan diselesaikan.

“Kita menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk masyarakat yang belum melunasi iuran BPJS Kesehatan,” ujarnya sambil menambahkan, setiap warga Tangsel yang sakit pasti akan mendapat fasilitas kesehatan yang layak. Contoh lain, pelayanan terkait ketersediaan darah. Masyarakat yang membutuhkan darah, bisa mendapatkan secara gratis.

“Tinggal tunjukan KTP orang yang sakit dan membutuhkan darah, langsung bisa dapat darah dari Dinas Kesehatan atau PMI Tangsel,” tuturnya.

Airin juga menceritakan upaya lain untuk membahagiakan warga Tangsel. Dia, misalnya, melakukan penghematan di pos-pos tertentu, lalu anggarannya dialokasikan untuk perbaikan jalan-jalan di kecamatan dan kelurahan.

“Kalau penghematannya Rp 30 miliar, itu bisa untuk perbaikan jalan di 10 kelurahan. Manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya. Setelah jalanan dan trotoar diperbaiki, baru taman-taman kota dipercantik.

“Saya memilih memperbaiki dulu jalan-jalan yang rusak daripada mempercantik trotoar atau memperbaiki taman kota. Kalau jalan-jalan di pinggiran kota sudah baik semua, trotoar dan taman-taman pasti dipercantik,” katanya, optimis. (Kiki Iswara/RMG)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!