Pencemaran Udara di Serpong Akibat Peleburan Aki Bekas

Diterbitkan  Senin, 03 / 12 / 2018 20:59 - Berita Ini Sudah :  311 Dilihat

SETU-Wilayah serpong saat ini terkepung pencemaran udara berupa timbal yang disebabkan oleh Peleburan Pengolahan Aki Bekas Ilegal yang berpotensi menyebabkan gangguan bagi kesehatan masyarakat.

Penelitian tahun 2011 membuktikan bahwa udara di kawasan Serpong, Tangsel tercemar sampai 6 mikrogram akibat pencemaran timbale dari pengolahan aki bekas.  Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin, mengatakan, kawasan Serpong sudah tercemar sejak 2001.

“Peleburan aki bekas terjadi disejumloah daerah seperti Parung Panjang, Pasar Kemis, Cinangka, Lebak Wangi dan Cipondoh, menyebabkan udaranya mengepung Serpong. Hal ini membuat tingkat pencemaran udara di Serpong disebabkan timbale hasil peleburan aki bekas cukup mengkhawatirkan,”ungkapnya.

Menurut Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal atau KPBB Ahmad Safrudin peleburan aki bekas sangat berbahaya untuk daerah sekitarnya.Jika tercemar peleburan aki bekas maka masyarakat bisa saja terkena gangguan fisik seperti gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit, penurunan daya intelektual pada anak, cacat mental, gangguan ginjal, dan gangguan kesuburan bagi laki-laki.

Selain dilokasi tempat peleburan aki, dampaknya juga sampai kedaerah lain dan salah satunya adalah Serpong yang dikepung oleh beberapa lokasi peleburan aki bekas seperti di Parung Panjang, Pasar Kemis, Cinangka, Lebak Wangi dan Cipondoh.

Untuk itu Ahmad Safrudin menyarankan kepada pemerintah serta stakeholder untuk mengupayakan mengurangi tempat yang dijadikan peleburan aki bekas ilegal yang tidak terjamin pengolahannya. Para pengolah aki bekas ilegal ini diharapkan menghentikan aktifitasnya atau dapat juga meningkatkan kualitas pengolahan aki bekas berizin yang tentunya membutuhkan dana investasi yang lebih besar namun secara tekhnis lebih aman dan tidak menimbulkan pencemaran udara.

KPBB juga melakukan penelitian peredaran aki bekas mencapai 5.300 ton  per tahun atau setara dengan 200 sampai 250 ribu ton timbal.

Oleh karena itu, Ahmad berupaya peleburan aki bekas yang tidak ramah lingkungan itu dapat merubah pola kerjanya. Dirinya pun menawarkan dua opsi pengerjaan aki bekas yang dapat mengurangi pencemaran udara. “Mereka yang selama ini melakukan peleburan dapat merubahnya menjadi pengepul,”singkatnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!