16.473 KTP Elektronik Dibakar

Diterbitkan  Jumat, 14 / 12 / 2018 21:23 - Berita Ini Sudah :  1076 Dilihat

PEMUSNAHAAN EKTP: Kepala Dinas Disdukcapil Kota Tangsel Dedi Budiawan (kiri), ASDA 1 Rahmat Salam serta Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Kota Tangerang Selatan terlihat memusnahkan e-KTP yang sudah dirusak di Kantor Disdukcapil, Cilengga, Serpong (14/12/2018). Untuk mengantisipasi e-KTP berceceran, Disdukcapil Kota Tangerang Selatan memusnahkan ribuan e-KTP yang rusak dan tidak terpakai dengan cara di lubangi serta di bakar agar tidak disalah gunakan.

SERPONG- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan memusnahkan sebanyak 16.473  ribu KTP elektronik (e-KTP). Aksi pemusnahan tersebut dengan cara dibakar di kantor Disdukcapil, Cilenggang, Serpong, Jumat (14/12). Sebagian besar e-KTP yang dibakar itu mengalami kerusakan.

Ketika dilakukan pembakar, Asisten Daerah I Pemkot Tangsel Rahmat Salam dan Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan tampak menyaksikan bersama para jajarannya. Pembakaran ini sebagai upaya mencegah penyalahgunaan dan tercecer.

Rahmat Salam menyebutkan pemkot mematuhi perintah Menteri Dalam Negeri bahwa perintahnya secara nasional melakukan pemusnahan KTP pada Jumat (14/12) Pukul 14.00 WIB. “Pemkot mematuhi peraturan dalam pengelolaan KTP, semua KTP yang tidak berlaku lagi tidak bisa dimanfaatkan lagi. Untuk tidak menimbulkan permasalahan di luar, maka kita musnahkan,”ungkapnya.

Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan mengungkapkan, pihaknya memusnahkan sekitar 16.473 ribu e-KTP rusak. Sesuai dengan instruksi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai surat edaran nomo 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan KTP Elektronik yang rusak atau invalid. “Isi suratnya, Kemendagri meminta kepada disdukcapil kabupaten dan Kota se-Indonesia untuk melakukan pencatatan dan pemusnahan KTP-el rusak atau invalid dalam proses pelayanan di wilayah kerja masing-masing dengan cara dibakar,” terangnya.

Sebagian besar e-KTP yang dibakar merupakan produk tahun 2011-2013, saat itu pendistribusian langsung dilakukan Kemendagri ke Kecamatan. Tidak terdistribusinya, banyak hal teknis yang mempengaruhinya. Salah satunya, pemilik sudah pindah.

”Produk tersebut, dulu yang tak tersalurkan diperintahkan untuk dikembalikan langsung ke kantor Kemendagri. Tapi, setelah keluar surat ederan, kami melakukan penarikan dari kecamatan untuk dimusnahkan,” terangnya

Supaya tidak tercecer dan menjadi viral, Menteri Tjahjo Kumolo meminta langsung dibakar.Selain itu, sambungnya, pihaknya diminta memusnahkan dan melakukan langkah-Iangkah pengamanan terhadap tempat-tempat penyimpanan atau gudang penyimpanan dokumen negara agar terhindar dari pencurian dan penyalahgunaan dokumen negara.

Dedi Budiawan menjelaskan, untuk KTP yang dimusnahkan dari pamulang 205 keping, Pondok Aren sebanyak 1.128, Kecamatan Serpong 3.235, Kecamatan Setu sebanyak 661,Kecamatan Serpong Utara sebanyak 520, Kecamatan Ciputat Timur sebanyak 760, Kecamatan Ciputat sebanyak 615, proses perubahan data 6.610 dan yang rusak 2.739. Total keseluruhan yaitu sebanyak 16.473. “Semua KTP ini dimusnahkan di Disdukcapil,” terangnya. (irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!