Tangsel Kirim 2 Operator Program Gotong Royong Perekaman KTP

Diterbitkan  Minggu, 20 / 01 / 2019 22:27 - Berita Ini Sudah :  5783 Dilihat

SERPONG-Dua relawan operator Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ikut  gotong-royong ‘jemput bola’ perekaman KTP elektronik untuk lima provinsi yang cakupan perekaman KTP elektroniknya masih dibawah 85 persen.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Dedi Budiawan, Minggu (19/1). “Kita mengirim 2 operator yang berasal dari Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, yakni Sahrul dan Budi, “ungkapnya.
Dedi Budiawan menjelaskan, kenapa Tangsel ikut terlibat karena Tangsel bagian dari Provinsi Banten dan 6 Provinsi yang prestasinya sudah sangat tinggi, disitulah Dirjen Dukcapil memberikan tugas kepada 6 Provinsi untuk membantu 5 Provinsi yang cakupannya sudah tinggi untuk membantu perekaman yang masih rendah.
Direktur Jenderal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Arif Zudan Fakrulloh pada Minggu melepas 138 relawan yang akan membantu perekaman data Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di provinsi yang cakupan perekaman data kependudukannya masih kurang dari 85 persen.
“Hari ini kami melepas 138 relawan dalam program gotong-royong ‘jemput bola’ perekaman KTP elektronik untuk lima provinsi yang cakupan perekaman KTP elektroniknya masih dibawah 85 persen,” katanya dalam acara Apel Pelepasan Tim Gabungan Pusat dan Daerah Dalam Rangka Jemput Bola Perekaman KTP-elektronik, dari 138, dua orang dari Tangsel.
Zudan mengatakan para relawan akan dibagi menjadi empat tim dan disebar ke provinsi Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua untuk membantu perekaman data kependudukan.
Ia menjelaskan, para relawan bertugas mendata warga negara yang memenuhi syarat memiliki KTP elektronik, yakni berusia 17 tahun ke atas atau sudah pernah menikah.
Setelah pendataan selesai, menurut dia, petugas akan melakukan proses pencetakan KTP-e yang membutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam.
“Jadi setelah dicetak akan langsung dibagikan,” ujarnya
Dia mengatakan tim relawan akan dibekali dengan peralatan perekaman data serta genset untuk mengantisipasi kemungkinan listrik mati saat perekaman dan pencetakan KTP elektronik berlangsung.
“Relawan akan membawa 42 set alat. Selebihnya akan disediakan dari daerah,” katanya.
Sekretaris Jenderal Kementreian Dalam Negeri Hadi Prabowo, yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, mengapresiasi inovasi direktorat jenderal menerapkan strategi “jemput bola” dalam perekaman data kependudukan.
“Kami mengapresiasi kepada Dirjen Dukcapil melalui inovasi gotong-royong jemput bola di lima provinsi dalam rangka upaya percepatan perekaman KTP elektronik,” ujar Hadi.
Hadi juga menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri bahwa inovasi tidak boleh terhenti pada jemput bola semata, sebab pendaftaran KTP elektronik tidak akan terhenti hingga pelaksanaan pemilu.
“Kedepan harus ada inovasi baru. Kembangkan terus kerja sama dengan kementerian dan lembaga agar tercipta sinergitas,” singkatnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!