Meresahkan Warga, Bengkel Kitchen Set Nurcholis Disegel

Diterbitkan  Senin, 21 / 01 / 2019 21:01 - Berita Ini Sudah :  10449 Dilihat

PONDOK AREN-Warga dilingkungan RT 03/01 Kelurahan Pondok Kacang Barat,  Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  sedikit lega. Pasalnya, sudah beberapa kali didatangi petugas, pemilik tempat pembuatan Kitchen set (mebeler) membandel. Akhirnya petugas Satpol PP Pondok Aren terpaksa menyegel.

Kepala seksi Ketentraman dan ketertiban (Trantib) Pondok Aren Triyono menjelaskan, penyegelan tempat tersebut, selain menggangu kenyamanan warga juga tidak memiliki ijin atau Ilegal.

“Prinsipnya, penyegelan ini berdasarkan koordinasi kami (Satpol PP) dengan Kelurahan bersama pihak Polsek  (Bhabinkamtibmas) dan Koramil (Babinsa) yang bertugas di kelurahan Pondok Kacang Barat, tegas Triyono.

Triyono menuturkan, penyegelan tersebut langsung dilakukan atas dasar pernyataan pemilik diketahui bernama Nurcholis saat dilakukan mediasi dengan warga setempat, satu bulan yang lalu. Namun pemilik masih melakukan aktifitas.

“Kami pun berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat untuk menyegel dan segera menghentikan kegiatan,” ujarnya.

Lurah Pondok Kacang Barat Yusri Gozali mengatakan, pihaknya berusaha mengajak musyawarah, namun tidak koperatif. “Kami sudah berupaya musyawarah ditingkat Kelurahan dan Kecamatan. Namun pemiliknya tidak koperatif. Pada dasarnya, penyegelan tempat tersebut kewenangan Satpol PP atas dasar pengaduan masyarakat yang merasa tidak nyaman sesuai dengan Perda Kota Tangsel nomor 09 Tahun 2012 tentang ketertiban umum, “Kata Yusdi.

Sri Rahayu warga setempat mengatakan, hampir satu tahun sudah mengajak komunikasi, karena tidak nyaman dengan suara bising. “Kami merasa tidak nyaman dengan suara bising mesin. Bahkan mereka bekerja sampai larut malam. Kami berharap pemerintah menindak tegas sesuai dengan peraturan,”kata Sri Rahayu.

Sementara itu, aktifis masyarakat yang tergabung dalam LSM Solidaritas Masyarakat Tangerang Raya (Somat) Syaiful Bahri mengancam akan melakukan aksi apabila pihak pemilik tidak menghormati lingkungan apalagi tidak mematuhi peraturan.

“Kami atas masyarakat Tangerang, akan menggelar aksi agar pemerintah Kota Tangsel menindak tegas, sesuai dengan Perda nomor 09 Tahun 2012 tentang ketertiban umum. Apalagi lagi perusahan tersebut tidak memiliki ijin, “ singkatnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!