Terkait Revitalisasi Pasar


Pemkot Cari Solusi Terbaik Untuk Bayar Tanah Ciputat

Diterbitkan  Rabu, 23 / 01 / 2019 22:03 - Berita Ini Sudah :  1318 Dilihat

CIPUTAT-Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) terus berupaya untuk mencarikan solusi terbaik bagi warga yang terkena dampak revitalisasi Pasar Ciputat. Pasalnya, tanah yang ditempati masyarakat, hanya Surat Pelepasan Hak (SPH) sehingga tak bisa dibayarkan.

Plt Kepala Disperkimta Teddy Meiyadi membenarkan belum bisa melakukan pembayaran terhadap 134 bidang tanah yang tergusur akibat revitalisasi Pasar Ciputat.

“Iya betul, anggaran ganti rugi senilai Rp56 Miliar menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2018,” katanya saat ditemui diruang kerjanya kawasan Pemkot Tangsel, Rabu (23/1).

Teddy menjelaskan, dana tersebut memang dialokasikan ganti rugi untuk warga yang terkena dampak. Namun, setelah dilakukan konsultasi dengan para Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel, ternyata tidak bisa dibayarkan jika hanya SPH, syaratnya harus Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dikeluarkan ATR-BPN Kabupaten Tangerang.

“Dana sudah disiapkan. Tapi, tidak dipakai. Setelah adanya masukan dari aparat penegak hukum, mengenai status penggunaan anggaran. Untuk ganti rugi lahan SPH tak bisa,” terangnya

Asisten Tiga Pemkot Tangsel tersebut menambahkan adanya persoalan ini, pihaknya masih mencarikan solusi terbaik. Supaya tetap revitalisasi pasar berjalan aman, lancar dan kondusif.

“Skema kita, lahan tak dibayarkan. Tapi bangunan dan lainnya akan diganti rugi. Lalu, kita akan menyediakan rumah susun sebagai tempat pengganti. Tapi itu, hanya salah satu alternatif. Soalnya, saya yakin warga pasti akan menolaknya,” tuturnya sambil mengungkapkan, kami akan berdiskusi kembali dengan para warga yang terkena dampak. Kami ingin, pembebasan lahan bisa adil.

Untuk itu pihaknya, tetap menganggarkan sebesar Rp 56 miliar untuk ganti rugi bangunan dan pohon, bukan untuk tanah. “Tanah tidak bisa dibayarkan, hanya bangunan dan pohon yang bisa, ini sebagai uang kerohiman untuk mereka,”singkatnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!