Pemkot Study Visit ke BPPRD Batam terkait Pajak Daerah

Diterbitkan  Rabu, 23 / 01 / 2019 22:09 - Berita Ini Sudah :  1321 Dilihat

BATAM- Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany bersama dengan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel Dadang Sofyan memimpin rombongan melakukan study visit ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Batam, Rabu (23/1). Study visit tersebut terkait dengan program optimalisasi Pajak Daerah.

Walikota Batam Muhammad Rudi dan Kepala BPPRD Raja Azmansyah, menerima langsung kunjungan rombongan dari Tangsel.

“Kunjungan ini berdiskusi terkait dengan penggunaan alat tapping box yang digunakan BPPRD Batam kepada Wajib Pajak hotel, restoran, hiburan dan lainnya sebagai pengawas penerimaan pajak daerah,”ungkap Rudi.

Dijelaskan Rudi, Pemkot Batam bekerjasama dengan Bank Pemerintah Daerah dalam penggunaan tapping box. “Bank Pemerintah Daerah tersebut sudah membantu memasang tapping box di 400 Wajib Pajak berikut aplikasinya,”jelasnya.

Pemkot Batam mendapat dukungan dari KPK untuk terus mengembangankan program tersebut dan KPK juga terlibat dalam kegiatan sosialisasi terkait penggunaan tapping box kepada wajib pajak.

Airin mengungkapkan, Pemkot Tangsel telah membuat peraturan Walikota nomor 27 tahun 2013 yang mengatur tentang penggunaan tapping box untuk wajib pajak dan sampai saat ini sudah terpasang sebanyak 35 tapping box.

“Berdasarkan evaluasi atas penggunaan tapping box ini terdapat wajib pajak yang mengalami peningkatan pembayaran pajak. Sehingga pemasangan tapping box ini akan membantu melakukan pengawasan omset sebagai dasar pengenaan pajak daerah,”jelasnya.

Kedepannya Bapenda Tangsel akan meningkatkan jumlah penggunaan tapping box dengan melanjutkan kerjasama dengan Bank BJB. “Saya berharap jumlah tapping box yang dipasang pada mesin cash register wajib pajak akan terus bertambah, dan seluruh wajib pajak juga ikut mendukung program ini, karena sebetulnya konsumenlah yang menanggung besarnya pajak yang harus dibayarkannya yang dititipkan kepada pemilik usaha pada saat membayar,” harapnya.

Kepala Bapenda Kota Tangsel Dadang Sofyan menegaskan akan mengoptimalkan yang ada dengan melihat prioritas potensi. “Contohnya kalau ada restoran berdasarkan hitungan punya potensi untuk bayar pajaknya besar, maka itu yang didahulukan,”katanya.

Kepala Bidang Pajak Daerah II pada Bapenda, Rahayu Sayekti, menjelaskan, untuk tapping box di Tangsel sudah terpasang sebanyak 35 alat. “Alat kita sebanyak 35, 20 dari BJB dan sisanya Bapenda, untuk itu kita akan mendorong supaya bank daerah mau membantu meminjamkan alat plus systemnya supaya bisa mendorong optimalisasi penerimaan pajak daerah di Tangsel,” ungkapnya.

Untuk itu, Bapenda perlu dukungan dari Bank daerah yakni BJB untuk dapat membantu menambahkan alat tapping box dalam mengoptimalkan pajak daerah. (irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!