Tahun ini, Prona di Tangsel Rampung 100 Persen


WH Senang Jokowi Bagikan Sertifikat

Diterbitkan  Jumat, 25 / 01 / 2019 21:27 - Berita Ini Sudah :  386 Dilihat

PRESIDEN SERAHKAN SERTIFIKAT TANAH DI TANGSEL: Presiden Joko Widodo terlihat berbincang dengan Masyarakat Kota Tangerang Selatan usai melakukan penyerahan sertifikat tanah saat penyerahan di halaman Skadron 21/Sena Puspenerbad Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Jumat (25/1/2019). Presiden menyerahkan sebanyak 40.172 sertifikat kepada masyarakat di wilayah Tangerang Selatan, Banten.

PAMULANG- Gubernur Banten Wahidin Halim mengungkapkan rasa senangnya masyarakat kepada Presiden RI Joko Widodo dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Disebutkan WH, sapaan karib Wahidin Halim, dibandingkan dahulu masyarakat cukup sulit saat mengurus sertifikat. Bahkan untuk mendapatkan sertifikat tanah sampai bertahun-tahun.

“Selama bapak pimpin masyarakat dimudahkan dalam pembuatan sertifikat. Dulu susah, lama, orang miskin terdiskriminasi, tidak pernah dapat (sertifikat tanah). Makanya tanpa bermaksud memuji,  faktanya beliau memberikan perhatian yang luar biasa,” kata WH di depan Jokowi dan ribuan hadirin di Lapangan Squadron Penerbad Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Jumat (25/1).

Dikatakan WH, sosok yang sangat merakyat membuat kedekatan dengan warganya tidak ada jarak. Sangat luwes, semua disapa dan mayarakat pun cukup berani yakni bukan hanya menyalami, tapi sampai tepuk pundak.

“Tidak ada presiden di negeri ini mayarakat bermain tepuk-tepuk di belakang. Presiden yang egaliter, semua salamin. Bahkan (pernah) makan di warteg dibayarin oleh gubernur. Maka kita tepuk tangan kepada beliau,” kata WH.

Presiden Joko Widodo hadir di Lapangan Squadron Penerbad Pondok Cabe, Pamulang, dalam rangka menyerahkan sertifikat tanah kepada warga Tangsel. Dalam kesempatan itu, sebanyak 40.172 sertifikat tanah diserahkan kepada masyarakat.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Abdul Djalil menjelaskan, ada 40.172 sertifikat tanah yang diserahkan kepada masyarakat Tangsel.

Pada seremoni penyerahan sertifikat, kondisi kawasan Lapangan Squadron Penerbad Pondok Cabe hujan sejak pagi hingga menyebabkan banyak masyarakat terjebak di jalan.

“Dari total keseluruhan yang hadir ada dua puluh tiga ribu, karena kondisi hujan dan ini Rahmat dari pagi. Semangat ibu walikota untuk berupaya menghadirkan semua warganya, perlu diapresiasi,” katanya.

Tahun 2019 ini, Kota Tangsel tinggal 36 ribu sertifikat lagi, sehingga bisa rampung 100 persen. Target secara nasional harus dikejar dari tahun ke tahun sampai 2025 mendatang.

Presiden Joko Widodo kemudian menyerahkan sertifikat kepada 14 perwakilan dari masing-masing kecamatan. Seusai memberikan sertifikat secara simbolis, Jokowi memberikan sambutan. Dirinya mengaku bangga lantaran dapat bertemu masyarakat Tangsel.

“Saya kadang-kadang harus ngecek apakah sertifikat yang diberikan hanya yang maju atau diberikan kepada bapak ibu semuanya. Karena ini penting sertifikat adalah hak. Sertifikat adalah tanda bukti hukum tanah yang kita miliki. Dari 126 juta 2015 baru 46 juta masih ada 80 juta padahal ada yang nempatin tanah sudah ada yang 30 sudah disitu sampai 50 tahun sudah di situ. Tapi tidak pegang tanda bukti hukum atas tanah yang kita miliki,” kata Jokowi.

Oleh karenanya, Jokowi merasa perlu langsung berkomunikasi dengan menteri agar ada perubahan signifikan dalam perubahan penerbitan sertifikat. Jika dihitung per tahun hanya 500 ribu, maka untuk menyelesaikan 80 juta sertifikat butuh waktu selama 150 tahun. Dirinya pun bertanya kepada peserta yang hadir, apakah bapak ibu mau menunggu sertifikat jadinya 150?

“Oleh sebab itu saya sampaikan  kepada bapak menteri. Per tahun kita tidak bisa lagi setahun produksi 500 ribu  sertifikat se-Indonesia jadi kalau dihitung menunggu 160 tahun nunggu sertifikat. Maka saya minta, 2017 ada 5,4 juta sertifikat yang dikeluarkan. Pada 2018 ada 9,4 juta dan tahun ini 9 juta harus keluar. Caranya bagaimana, saya tidak mau tahu dan ternyata terlampaui juga semua,” selorohnya.

Jokowi bercerita, saat blusukan ke berbagai wilayah, masuk ke desa-desa, banyak keluhan soal tanah. Dari Sabang hingga Merauke, dirinya mendengar keluhan soal sengketa lahan. Dengan sengketa lahan, bisa menjadi pemicu pertengkaran baik di dalam keluarga, antar tetangga, dengan pihak pengusaha bahkan dengan pemerintah.

“Karena setiap saya ke desa, ke kampung selalu mendengar keluhan. Dipikir saya jalan-jalan. Tidak. Saya dengarkan. Pak, saya tanahnya bermasalah. Semuanya sama, di berbagai wilayah selalu bermasalah. Maka dari itu, Insyaallah 2025 semua sudah bersertifikat di seluruh tanah air,” terangnya.

Jokowi kembeli berpesan, setelah memperoleh sertifikat, agar dirawat, dikelola dengan baik, dilaminanting, difotokopi dan disimpan di tempat yang berbeda. Tujuanya supaya saat dokumen asli hilang bisa dibuat kembali, karena ada kopiannya ada.

“Tolong diberi plastik supaya tidak rusak dan foto kopi yang satu dilemari ini dan yang satu di lemari yang lain supaya kalau hilang mudah ngurus. Satu lagi, biasanya kalau sudah pegang pengin disekolahkan. Pesan saya, jika dipakai untuk anggunan di bank tolong dikalkulasi dulu dan hitung dulu. Masuk tidak per bulannya. Kalau tidak masuk, hati-hati hitunganya luput bisa hilang,” kembali berpesan.

Karena harga tanah di Tangsel mahal, masuk ke bank dapat Rp 300 juta, langsung senang. Rp 150 juta untuk beli mobil. Hati-hati jangan seperti itu, supaya dilihat tetangga supaya gagah. Ternyata hanya enam bulan gagahnya hilang. Mobilnya ditarik, kelakarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden mengingatkan masyarakat tetap menjaga kedamain. Sebagai negara mejemuk, bersuku bangsa, berbahasa dan beribu-ribu pulau. Jangan sampai terpecah belah saat jelang pemilu, baik pemilihan bupati/walikota, gubernur hingga presiden. Masyarakat harus sadar bahwa itu semua hanya rutinitas lima tahunan belaka.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menyampaikan tahun ini tinggal sisa 36 ribu lagi sertifikat tanah yang belum digarap. Tahun ini ditarget selesai. Jika 36 ribu selesai tahun ini, maka seratus persen Tangsel tanahnya berserifitikat. Untuk mempercepat proses sertifikat, Pemkot Tangsel turut bersinergi dengan memberikan dana hibah untuk 30 ribu sertifikat. Sisanya dari BPN dana pusat.

Dalam acara itu, para pejabat setingkat menteri hadir, gubernur, kajati, Danrem, dan lain-lain termasuk jajaran kepala dinas dan camat serta lurah. Terlihat juga, kepala BPN Tangsel Wartomo.

Beberapa tahun sebelumnya, Jokowi juga pernah membagikan prona bertempat di kecamatan Setu yang dihadiri dari berbagai wilayah seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!