Mantan Karyawan Sandratex Mengadu ke DPRD

Diterbitkan  Senin, 28 / 01 / 2019 22:32 - Berita Ini Sudah :  285 Dilihat

SETU- Pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak Desember lalu mengakibatkan nasib ratusan buruh PT Sandratex berdomisli di Ciputat Timur tidak jelas. Upah untuk bulan November, Desember dan Januari belum diterima oleh para mantan karyawan tersebut.

Demikian terungkap saat mereka mengadu ke Dewan Perwakil

an Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Senin (28/1) di gedung DPRD Kota Tangsel, Kecamatan Setu.

Para mantan buruh PT Sandratex menyampaikan aspirasinya kepada para wakil rakyat lantaran merasa selama ini sudah beberapa kali audiensi dengan Dinas Ketangakerjaan dan Transmigrasi (Dinaskertrans) belum mendapat jalan keluar.

Mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Tangsel, Moch Ramlie, dan beberapa Anggota DPRD Kota Tangsel, Dewi Indah Damayanti, Maryono, dan Sri Lintang Rosi Aryani.

Perwakilan mantan buruh PT Sandratex, Muryanto mengatakan, ada sebanyak 500 lebih mantan karyawan yang kini masih terus memperjuangkan haknya. Bahkan menurutnya, ada beberapa hak lain selain upah untuk tiga bulan tersebut.

“Untuk pesangon pun belum dibayarkan, dan ini akan kami perjuangkan terus sampai kapan pun. Karena ini jelas diatur dalam Undang-undang Ketanagakerjaan,” ungkapnya.

Dia juga menceritakan, kasus pemecatan massal tersebut terkesan sangat dadakan dan sepihak. Pasalnya hanya alasan perusahaan pabrik tekstil tersebut telah gulung tikar.

“Pada Novemnber kami semua dipanggil oleh pihak manajem

en dan katanya PT sandratex tutup, atau bangkrut. Dan kami semua langsung diberghentikan sepihak. Berita ini tentunya sangat mengejutkan bagi kami, karena kami diberitahukan secara mendadak, dan tidak ada persiapan dari kami untuk mencari pekerjaan lain,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, bahwa sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Disnakertrans, sampai beraudiensi dengan Kementerian Tenaga Kerja. Namun sampai sekarang belum ada solusi.

“Bayangkan jika kasus yang kami alami ini didiamkan begitu saja. Kami yakin nanti akan lebih banyak lagi perusahaan yang berbuat seenaknya saja terhadap para karyawannya. Jadi kami minta DPRD benar-benar perjuangkan hak kami ini,” ungkapnya.

Muryanto mengatakan, sebenarnya pihak perusahaan sangat mampu untuk membayarkan seluruh hak mantan karyawan tersebut. Sampai saat ini aset pabrik PT Sandratex tersebut masih ada dan itu dinilai melebaihi untuk pembayaran hak para mantan karyawan.

Ketua DPRD Kota Tangsel, Moch Ramlie mengatakan, DPRD K

ota Tangsel akan turut memperjuangkan hak para mantan karyawan Sandratex yang saat ini masih belum terpenuhi.

“Minggu depan akan kita panggil dari pihak PT Sandratexnya. Akan kita minta pertanggungjawabannya. Dan untuk sementara ini seluruh mantan karyawan yang masih menahan aset milik Sandratex di pabriknya tersebut agar tetap kondusif jangan berbuat anarkis,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!