Eksepsi Tjen Jung Sen Ditolak, Perkara Dilanjut

Diterbitkan  Kamis, 31 / 01 / 2019 20:32 - Berita Ini Sudah :  196 Dilihat

TANGERANG-Majelis Hakim menolak eksepsi Direktur PT Mitra Propindo Lestari (MPL), Tjen Jung Sen (66) yang menjadi terdakwa kasus penyerobotan aset milik Pemkab Tangerang. Hakim juga menilai dakwaan terdakwa telah memenuhi syarat formil dan perkara dilanjutkan.

Sidang lanjutan kasus penyerobotan tanah itu kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kamis (31/1). “Maka dengan ini majelis hakim menyatakan bahwa keberatan atau eksepsi kuasa hukum tidak dapat diterima. Menyatakan surat dakwaan JPU telah memenuhi syarat formil dan diterima,” kata Gunawan, hakim PN Tangerang.

Gunawan yang menjadi ketua Majelis Hakim di persidangan tersebut menambahkan, perkara tersebut akan dilanjut dengan pemeriksaan para saksi dan barang bukti yang ada serta membebankan biaya perkara bersama sesuai dengan keputusan Majelis Hakim.

Menanggapi putusan sela tersebut, terdakwa Tjen Jung Sen bersama penasehat hukumnya, Upa Labuari belum mengambil sikap tegas. “Saya pikir-pikir yang mulia,” ujar Tjen Jung Sen setelah berbicara dengan penasehat hukumnya.

Selanjutnya Majelis Hakim menanyakan kepada JPU Taufik Hidayat dalam kesiapannya menghadirkan saksi-saksi dalam persidangan selanjutnya. “Saksi-saksi akan dihadirkan pada Senin 11 Februari sebanyak 4 orang saksi,”kata Taufik.

Setelah mendengar tanggapan penuntut umum dan terdakwa beserta penasehat hukumnya, Majelis Hakim memutuskan untuk menunda persidangan dan sidang akan dilanjutkan pada¬† 11 Februari mendatang dengan agenda mendengarkan saksi-saksi. “Dengan ini sidang saya nyatakan ditunda dan dilanjutkan tanggal 11 Februari,” kata Gunawan.

Sebelumnya, Tjen Jung Sen didakwa melanggar Pasal 69 dan Pasal 71 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang dengan ancaman hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp 500 juta.

Kasus ini bergulir setelah Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang memperingati PT MPL untuk menghentikan pembangunan jalan atau akses menuju Kawasan industri dan Parsial 19.

Pasalnya, kawasan industri yang berada di sekitar Sungai Turi tersebut merupakan daerah resapan air dan kawasan hijau milik Pemkab Tangerang yang dilarang membeton maupun mendirikan bangunan diatasnya. Karena peringatan tersebut tidak diindahkan, pihak DBMSDA melaporkan PT MPL ke Polda Metro Jaya. Tjen Jung Sen pun ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya disidangkan di PN Tangerang.(ari)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!