Rahasia Negara Milik Kemenristekdiktik Dibakar

Diterbitkan  Jumat, 01 / 02 / 2019 22:37 - Berita Ini Sudah :  244 Dilihat

PEMUSNAHAN ARSIP: Sekertaris Jendral Kemenristekdikti Dr. Ainun Na’im (kiri) di damping dari perwakilan Puspitek terlihat akan melakukan pemusnahan berkas arsip Kemeristekdikti di Puspitek, Setu, Jumat (1/2). Pemusnahan tersebut di lakukan untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas kerja serta penyelamatan informarsi arsip dari pihak – pihak yang tidak berhak untuk mengetahuinnya.

SETU- Sebanyak 37.340 berkas arsip milik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dimusnahkan. Di antara ribuan arsip yang dimusnahkan dengan cara dibakar di Gedung Incenerator Puspiptek, Serpong, Jumat (1/2) tersebut, merupakan berkas rahasia negara.

Sedangkan alasan utama pemusnahan yaitu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Selain itu, sebagai upaya penyelamatan informasi arsip dari pihak-pihak yang tidak berhak untuk mengetahui.

Pembakaran arsip disaksikan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Dr Ainun Na’im, Perwakilan Arsip Nasional (ANRI), dan Perwakilan Dewan Riset Nasional (DRN) ini sekaligus menandai peresmian Gedung Arsip Kemenristekdikti.

Ribuan arsip yang sudah terbagi dalam bentuk bandelan itu terlihat satu demi satu dimasukkan ke dalam incenerator yang di dalamnya api membara. Dr Ainun Na`im yang mengenakan batik warna coklat turut memegang berkas hingga memasukannya ke incenator dalam prosesi pemusnahan arsip.

“Berkas itu tidak sekadar berkas, tetapi juga di dalamnya sebuah bukti dari setiap peristiwa yang terjadi. Di mana dalam berkas-berkas tersebut ada juga rahasia negara, yang tidak boleh diketahui oleh orang lain, sehingga penghapusannya harus sesuai prosedur,” ujar Dr Ainun.

Ditegaskan guru besar pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM pada 2010 itu, pemusnahan arsip tidak sembarangan lantaran patuh pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Pasal 52 ayat 1 tentang Kearsipan.

“Bahwa setiap lembaga negara dan lembaga yang terkena kewajiban berdasarkan undang-undang ini dilarang melaksanakan pemusnahan arsip tanpa prosedur yang benar. Pihaknya telah melakukan pemusnahan arsip ini sesuai dengan prosedur yang benar dan telah mendapat persetujuan Kepala ANRI, sehingga aman dan tidak merugikan lembaga dan masyarakat,” sebutnya tidak jauh dari tungku incenerator.

Ainun pun mengaku saat ini Kemenristekdikti masih memikirkan cara lain untuk memusnahkan arsip selain dibakar. “Apakah nanti akan dirajang atau dipendam, agar tidak menimbulkan polusi. Saat ini pun pemusnahan yang kami lakukan adalah pemusnahan yang ramah lingkungan, karena dilakukan sedikit demi sedikit,” tuturnya sembari tersenyum.

Terkait dengan pengarsipan secara digital, Ainun menjelaskan, saat ini Kemenristekdikti telah menggunakan aplikasi elektronik office untuk mengurangi penggunaan kertas. “Sudah berjalan, dan akan terus kami kembangkan,” ujar Ainun singkat. (dem)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!