Fatayat NU Tangsel Ciptakan Kader Yang Militan

Diterbitkan  Minggu, 03 / 02 / 2019 20:36 - Berita Ini Sudah :  722 Dilihat

CIPUTAT-Fatayat NU Tangerang Selatan (Tangsel) melaksanakan Latihan Kader Dasar (LKD) bagi anggota Fatayat NU, bertempat di Ciputat, Kemarin.

Ketua PC Fatayat NU Tangerang Selatan Nurul Mudrika, mengatakan, kaderisasi berperan penting dalam sebuah organisasi. Kaderisasi memiliki tujuan dari organisasi itu sendiri serta mencetak kader yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Suksesnya suatu kaderisasi pada sebuah organisasi dilihat dari ketuanya.

“Perempuan saat ini dituntut dinamis dan melek intelektual. Kaderisasi Fatayat NU ini bertujuan untuk mencetak kader yang militan, mandiri dan cerdas dan melek teknologi.”ungkapnya.

Ketua PW Fatayat NU Banten,Miftahul Janah,menjelaskan fatayat setingkat dengan Anshor dimana anggotanya usia produktif. Kewajiban utama fatayat adalah mengasuh generasi masa depan.

“LKD adalah pelatihan tingkat awal di tahap cabang dan berharap berlanjut dengan LKL yang akan diadakan agar pendidikan fatayat berlanjut. Untuk menjadi pimpinan pusat harus sudah mengikuti LKL. Semoga pelatihan ini bermanfaat  dan dapat memberi yang terbaik demi masa depan bangsa dan negara.”jelasnya.

Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan,Muhamad Tohir, mengatakan, kader atau bukan kader dapat dilihat dari penyebutan struktural, dimana nama dalam struktural adalah pimpinan bukan pengurus.

“Sahabat-sahabat harus merapatkan barisan pada nahdhatul ulama dalam menjalankan program dan segala urusannya. Seberapa besar keyakinan kader-kader, sahabat-sahabat dalam mengurus organisasi maka sebesar itu pula kesuksesan yang akan dicapainya. Bapaknya fatayat adalah NU, Pencetak lambang NU menyatakan jika kalian mengurus NU dan jika ekonomi kalian morat marit maka datangi maqomnya dan cabut nisannya, karena mengurus NU berarti juga mengurus agamanya. Itu semua juga telah dijamin oleh Allah SWT, barangsiapa yang mengurus agamanya, maka Allah akan menjaminnya. Semoga kedepan fatayat NU semakin semangat dan semakin bertambah banyak kadernya.”katanya.

Kabid Fasilitasi Pembinaan Politik Kesbangpol Provinsi Banten, Gustiawan,mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong perempuan melakukan terobosan-terobosan baru dan telah didukung oleh hukum negara pada hak dan posisi perempuan dalam hal ini. Refeleksi dari pelatihan ini menjadi regenerasi berkelanjutan, dan diharapkan pengkaderan ini mampu menciptakan perempuan handal, cerdas dan berdaya saing tinggi.

Keynote Speech Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, mengatakan, kegiatan pelatihan kader memberikan manfaat baik bagi pribadi maupun organisasi. Salah satu visi dan misi fatayat NU membentuk karakter perempuan yang sejalan dengan agama. Jika semua itu dapat dilaksanakan maka Fatayat NU dapat memberikan kontribusi yang positif bagi bangsa dan negara kita. Semoga isi pelatihan ini dapat disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, karena yang terpenting adalah hailnya dapat dipraktekan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sebentar lagi dalam kegiatan demokrasi negara, kontribusikan diri dengan menggunakan hak pilih anda. Menjelang PEMILU seperti ini juga semakin banyak tersebar berita-berita yang provokatif. Fatayat NU harus mulai berani menyuarakan hal-hal yang tidak lazim, sehingga dapat berkontribusi pula dalam menjaga keamanan dan kedamaian negara.”harapnya.

Sedangkan Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep, mengatakan, saat ini perempuan yang tidak ikut organisasi belum menjadi perempuan yang milenial. Bawaslu memberi ruang kepada fatayat NU sebagai pemantau pemilu.

“Saat ini bawaslu membuka pendaftaran pengawas pemilu, dalam jangka waktu satu bulan, namun tanggung jawabnya hingga pelantikan presiden. Bawaslu menjamin pemungutan suara, namun tidak menjamin pengawasan proses dalam pemungutan suara. Itulah mengapa bawaslu mengajak masyarakat untuk membantu mengawasi proses tersebut.”ucapnya.

Di kota Tangsel sudah ada 6 ASN yang terkena sanksi dalam ujaran kebencian dalam pelaksanaan pemilu 2019. Jika pemilu tanpa pengawasan dapat mempengaruhi hilangnya hak pilih, politik uang, pemilu tidak sesuai aturan, biaya politik mahal, pemungutan suara ulang, konflik antar pendukung, dan terjadinya manipulasi suara.

Peran fatayat sebagai perempuan ini diperlukan untuk mengubah mindset politik yang tidak bersih. Dalam hal ini perempuan sangat kuat dalam mempengaruhi intergritas orang lain. Inilah mengapa Bawaslu berharap fatayat dapat mengatasi hal tersebut. Mampu memberikan integritasnya kepada sahabat, keluarga, teman dan sanak saudara.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!