Generasi Milenial Membaca Peluang Bisnis Start Up

Diterbitkan  Minggu, 03 / 02 / 2019 23:14 - Berita Ini Sudah :  205 Dilihat

PONDOK AREN- Era revolusi industri 4.0 menuntut kaum milenial lebih peka dalam membaca peluang dunia digital. Di antaranya, peluang bisnis dengan memanfaatkan kamajuan teknologi saat ini.

Demikian menjadi bagian latar belakang digelarnya seminar Merancang Sistem Human Resources yang Efektif di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Pondok Aren.

Para mahasiwa juruan psikologi antusias mengikuti seminar tersebut. Alasan digelar di mahasiswa jurusan Psikologi, karena dianggap memiliki peran penting pula dalam perkembangan industri 4.0 ini.

Kepala Program Studi Psikologi UPJ, Gita Soerjoatmodjo mengungkapkan, perkembangan startup company di Indonesia menunjukkan kemajuan pesat. Tahun 2018, Indonesia duduk di urutan empat dunia Startup. Ranking ini berkat peran unicorn startup yang merambah ke pasar global.

Sedangkan prediksi tahun 2019, perkembangan pesat startup meliputi bidang financial technology (fintech), pendidikan, kesehatan dan agrikultur. Hal ini tak bisa dilepaskan dari karakteristik generasi milenial yang memilih berkarir di startup company.

“Penting memperhatikan tren ini mengingat tahun 2030 generasi milenial inilah yang menggerakkan bonus demografi Indonesia,” ujar Gita seusai mengisi seminar tersebut.

Pria yang menyelesaikan S1 Psikologi di Universitas Indonesia 1994-1999 itu menjelaskan, psikologi memiliki peran mendukung startup company dalam menyiapkan human resource system yang efektif.

“Startup company perlu struktur organisasi, pembagian tugas, proses kerja serta standar ukuran kerja yang menggerakkan SDM-nya dengan efisien mengingat sistem kerja dan jumlah tenaga perlu dikelola cermat,” ujarnya saat berbincang dengan kepada awak media mengenakan hem warna merah dengan semangat.

Pembicara seminar, Richard Nitihardja dari Fonbright. Ia berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pengembangan SDM pada perusahaan multinasional, termasuk family business – konteks yang sangat relevan untuk startup company.

Berbekal psikologi, Richard Nitihardja berkiprah di bidang restrukturisasi organisasi, peningkatan produktivitas kerja, manajemen kinerja terukur, pelatihan dan pengembangan budaya organisasi.

“Yang membedakan SDM di startup company dengan perusahaan lainnya adalah kebutuhan akan SDM yang memiliki fleksibilitas berpikir, mampu menganalisa dan melakukan sintesa atas perbagai temuan yang ada, menunjukkan integritas dan berinisiatif dalam bekerja,” terang Richard.

Grimaldie Joshua, mahasiswa Program Studi Psikologi UPJ yang saat ini bekerja sebagai praktisi di Denny’s Boga, mengaku mendapat ilmu tepat dan bermanfaat dalam mengukuti seminar.

“Training ini mencakup diskusi cara dan sistem kerja dalam startup company. Pembahasan kali ini ditekankan pada seputar job description serta tugas dan tanggung jawab tiap orang dalam organisasi tersebut,” tutup praktisi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang finansial ini. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!