Empat Pelaku Masih Buron, Polisi: Pertikaian Antar Kelompok


Geger Anak Punk Tewas di Gaplek

Diterbitkan  Selasa, 05 / 02 / 2019 22:16 - Berita Ini Sudah :  660 Dilihat

 

SERPONG– Tidak jauh dari Perempatan Gaplek, Pamulang, warga sempat digegerkan dengan penemuan mayat dengan luka banyak tusukan. Kondisi mayat mengenaskan. Kuping dan jari kelingking tangan korban putus.

Korban, belakangan diketahui, MR (16) pada Rabu (16/1) lalu. Ia merupakan anggota komunitas anak Punk jalanan yang kerap mengamen di kawasan Lapu Merah Gaplek.

Setelah beberapa lama pencarian terhadap para tersangka, akhirnya Polres Tangsel mengamankan tiga pelaku dan empat pelaku lainnya masih buron.

Ketiga pelaku berhasil diamankan oleh jajaran Reskrim Polres Tangsel, ialah I (2), M (29) dan A (24). Sedangkan lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Keberhasilan menangkap otak pembunuhan pun langsung diungkap oleh Polres Tangsel dalam kegiatan jumpa pers yang digelar di Markas Komando (Mako) Polres Tangsel, Serpong, awal pekan kemarin.

Tiga tersangka yang diamankan tampak tertunduk menyesali perbuatannya. Aksi pembunuhan diketahui merupakan hanya masalah sepele yaitu buntut balas dendam, karena sebelum pembunuhan itu sempat terjadi cekcok dengan korban.

Mereka memiliki peran berbeda-beda saat menjalankan aksinya, menjemput, menculik, hingga membunuh dan memotong kuping serta jari kelingking korban.

“Motifnya adalah balas dendam setelah sehari sebelumnya terjadi pertikaian antar kelompok komunitas anak punk Ciputat dengan Pamulang,” Jelas Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, di hadapan para awak media.

Kapolres yang saat jumpa pers mengenakan seragam harian kepolisian ini, menceritakan awal kejadiannya. Para pelaku saat itu mendapati korban tengah mengamen di sekitar pusat perbelanjaan Ramayana Ciputat. Pelaku pun kemudian membawa korban ke sebuah lahan kosong di wilayah Gaplek, Pamulang.

Sesampainya di lahan kosong, MR ditusuk oleh pelaku Md dengan menggunakan pisau di punggung sebelah kiri. Hal sama dilakukan pula oleh pelaku Dd hingga menyebabkan korban tewas. Selanjutnya, barulah pelaku IK memotong jari kelingking dan telinga kirinya dengan sebilah Katana (pedang).

“Para tersangka kemudian melarikan diri. Potongan telinga dan jari kelingking kiri korban oleh tersangka dibuang ke anak sungai Ciliwung di jembatan Perempatan Bubulak, Kabupaten Bogor,” jelas pria yang pernah bertugas sebagai penyidik KPK ini.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya sebuah rompi panel warna merah dan emblem Punk tulisan Jambi milik pelaku IK, baju kemeja kotak-kotak merah, kaus hitam, celana jeans, sepasang sepatu boat cokelat, dan seunit sepeda motor Mio B 6186 CLT.

Para pelaku kini dijerat Pasal berlapis. Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman seumur hidup atau hukuman mati. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!