Mata Nenek Kinah Berbinar, Rumahnya Tak Lagi Bocor

Diterbitkan  Selasa, 05 / 02 / 2019 21:39 - Berita Ini Sudah :  238 Dilihat

PELATAKAN BATU PERTAMA. Lurah Pamulang Barat, Supriyadi meletakan adukan semen dan pasir saat proses peletakan batu pertama pembangunan rumah warga.

PAMULANG-Kinah (67), tersenyum lega. Kedua mata warga Jalan Sukun RT03/05 Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang ini berbinar. Rumahnya tak lagi kebocoran jika hujan turun.
Pekan kemarin, peletakan batu pertama pembangunan rumahnya dilakukan. Lurah Pamulang Barat Supriyadi bersama warga bergotongroyong membangun rumah Kinah menjadi layak huni.
“Terimakasih bapak-bapak. Saya tak mengira rumah saya bisa dibangun layak huni,” terang Kinah dengan terbata-bata.
Kinah tinggal bersama tujuh cucu dan tiga menantunya. Kondisi rumah tersebut sudah cukup parah. Banyak bagian bangunan yang sudah rapuh.
“Rumah sangat tidak layak huni dan kita usulkan melalui Musrenbang. Karena musim hujan, dan ada cucunya, maka kami langsung bersama-sama swadaya. Ibu Kinah ini tinggal bersama cucu berjumlah 7 orang dan menantu ada tiga. Di dalam rumah ukuran 9×6 meter,” kata Lurah Supriyadi.
Biaya pembangunan dikumpulkan dari masayarakat untuk bahan-bahan matrialnya seperti semen, batu, genteng, kusen dan lain-lain. Termasuk biaya tenaga para tukang sudah ada yang menjamin. “Biaya swadaya masyarakat. Ada yang membantu batu kali, semen, pasir, tenaga tukang dengan hitungan dihitung perhari,” imbuh Supriyadi.
Sementara, selama rumahnya dibangun, Kinah menempati lokasi sementara tak jauh dari rumah yang saat ini dibongkar. Pengerjaan rumah ditarget selama satu bulan. Dalam pembokaran ini pun telah berkordinasi kepada dinas terkait, RT/RW serta masyarakat setampat.
“Kita juga sudah izin ke dinas terkait, RT/RW lalu kita sama-sama membongkar dan perose pembangunan,” tutur Supriyadi yang hari itu mengenakan peci hitam.
Menurut Supriyadi, sebetulnya partisipasi masyarakat cukup besar hanya tinggal inisiator dan yang memulai lebih dulu. Jika sudah ada pasti masyarakat akan guyub rukun hadir turut membantu semampu mereka.
“Masayarakat cukup besar tinggal inisiasi. Itu yang diinginkan oleh wanita tidak hanya mengandalkan uang pemerintah tapi bersama-sama dengan gotong royong,” pesannya.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!