Komitmen LMP Kota Tangsel Bangun Rumah Jadi Layak Huni

Diterbitkan  Rabu, 06 / 02 / 2019 20:37 - Berita Ini Sudah :  161 Dilihat


PAMULANG-Komitmen Laskah Merah Putih (LM P) Kota Tangsel dalam membantu masyarakat tak perlu diragukan. Saat ini tengah membangun rumah milik Nenek Kinah di Jalan Sukun RT03/05 Kelurahan Pamulang Barat.
Ketua LMP Kota Tangsel, Masruri Bejo berkisah jika haridnya LMP di Kota Tangsel dan kota-kota di seluruh Indonesia untuk mewujudkan persepsi bahwa Ormas harus lebih dekat dan bisa membantu masyarakat. Tangsel sebagai wilayah kota, tentu pola ormasnya harus berubah mengedepankan kemaslahatan.
“Salah satu fungsi ormas kehadirnya menjadi nilai positif. Setidaknya ada tiga poin pertama bagi semua anggota LMP selalu melakukan pengabdian, kerakyatan dan solideritas. Itulah tridarma yang menjadi semboyan kami,” tutur Bejo yang didapuk menjadi ketua sejak 2017-2022 mendatang.
Setelah membangun rumah milik Nenek Kinah, bakal kembali membangun di tiga titik yaitu, Kelurahan Bambu Apus, Kedaung dan wilayah Ciputat Timur. Data-data rumah yang tidak layak huni berasal dari para anggota LPM di masing-masing wilayah.
“Kriteria rumah yang dibedah benar-benar kondisinya sudah tidak layak. Kami tentu melihat lebih dahulu jangan sampai rumah tak layak tapi saudara-sudaranya pada mampu. Maka dari itu sangat selektif soal status sosialnya di lingkungan menjadi pertimbangan,” tambah Bejo.
Dalam hal pembangunan rumah Nenek Kinah, tentunya bukan berarti pemerintah tidak peduli tapi memang program bedah rumah cukup banyak yang diajukan sehingga harus bersabar. Dengan kondisi demikian, LMP melakukan upaya dengan dana saweran bersama para anggota.
“Kami dalam membangun ini tidak menggunakan anggaran APBD apalagi dari parpol. Semuanya murni sumbangan dari para anggota LMP. Pesan ini sebagai pengingat untuk mengajak para donatur dalam berbuat baik seperti ini,” ujarnya yang mengkomandoi 1000 anggota se Tangsel ini.
Pihaknya pun menepis jika ada asusmsi bahwa ada hal lain dibalik kegiatan ini. Sebab semuanya murni dengan tulus tidak ada hal-hal lain kecuali ingin berbagai kepada masyarakat yang memang membutuhkan bantuan orang lain.
“Ini murni kami ingin dan memang harus berkontribusi kepada masyarakat Tangsel. Bagaimana keberadaan kita dapat bermanfaat kepada semua orang,” imbuhnya pria yang tinggal di Kelurahan Pamulang Bara ini.
Ada banyak kegiatan, sebetulnya misalnya selama satu tahun 2018 kemarin, fokus pada bersih-bersih makam di beberapa kecamatan. Ada empat titik yakni di wilayah Serpong, Pamulang, Ciputat dan Ciputat Tiur. Belum lagi digarap oleh masing-masing pengurus di kecamatan dan kelurahan.
“Tahun lalu kami fokus pada bersih-bersih makam sedangkan tahun ini fokus pada pembangunan rumah tidak layak huni,” imbuhnya.
Sebelumnya Lurah Pamulang Barat, Pamulang, Supriyadi menjelaskan Pekan kemarin, peletakan batu pertama pembangunan. Lurah Pamulang Barat Supriyadi bersama warga bergotongroyong membangunrumah Nenek Kinah menjadilayak huni.
“Rumah sangat tidak layak huni dan kita usulkan melalui Musrenbang. Karena musim hujan, dan ada cucunya, maka kami langsung bersama-sama swadaya. Ibu Kinah ini tinggal bersama cucu berjumlah 7 orang dan menantu ada tiga. Di dalam rumah ukuran 9×6 meter,” kata Lurah Supriyadi. (din).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!