TGB Ajak Masyarakat Liat Rekam Jejak Paslon Presiden

Diterbitkan  Rabu, 06 / 02 / 2019 21:05 - Berita Ini Sudah :  250 Dilihat

TAUSIAH. Tausiah kebangsaan bersama TGB dan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Rabu (6/2) di The Radiant, Ciputat.

CIPUTAT-Politisi partai Golongan Karya, Tuan Guru Bajang Muhamad Zainul Majdi meminta masyarakat melihat rekam jejak pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI sebelum melakukan pencoblosan pada April 2019 besok.

Menurut dia, pasangan calon harus mengedepankan persatuan dan kesatuan dan tidak memecah belah dalam berpolitik.

“Karena kalau memunculkan perpecahan buat apa. Kalau terpecah belah buat apa kemenahan, tapi costnya kita terpecah belah buat apa,” ucap dia dalam acara tausiah kebangsaan bertema Hijrah untuk Indonesia maju, Rabu (6/2) bersama Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Menurut TGB, pasangan Capres-Cawapres saat ini, adalah tokoh terbaik bangsa, yang memiliki rekam jejaknya masing-masing.

“Para calon puta-putra bangsa terbaik, semua tokoh historis. Masing-masing bisa kita lihat rekan jejaknya,” kata Tuang Guru Bajang,

Dari rekam jejak pasangan calon itu, masyarakat kemudian bisa menilai apakah pasangan itu, seperti yang diharapkan.

“Kalau bicara tentang pro sesuatu, seperti si fulan, pro umat, apa rekam jejak keumatannya. Baik itu paslon satu atau dua,” cetus dia.

Menurutnya, jika melihat dari historis dan rekam jejak Capres Cawapres yang ada saat ini, sosok Presiden Joko Widodo yang pernah memimpin Solo, menunjukkan kinerja yang baik selama dua periode.

“Kalau kita kembalikam ke rekam jejak, Jokowi ini tokoh historis, ketika di Solo ia memimpin apakah benar ada hal-hal yang sifatnya meminggirkan umat atau justru sebaliknya,” kata TGB.

Begitupun di Jakarta, walau hanya dua tahun, Jokowi kata TGB, mampu melaksanakan pemerintahan yang baik (good governance).

“Saya fikir masyarakat jangan underestimate. Hati-hati melempar statement, ini tidak baik untuk kita yang lempar statement,” ucap dia.

Karena menurut dia, tidak semua jurus dalam berpolitik bisa dimainkan. “Dalam berpolitik, tidak semua jurus bisa dimainkan. Kalau jurus itu menimbulkan perselisihan, perpecahan itu buat apa,” katanya

Sementara itu dalam tausiah kebangsaan bertema Hijrah untuk Indonesia maju, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meminta agar masyarakat untuk lebih cermat dan tidak gampang terkena hoax. “Adik-adik generasi yang beruntung dibandingkan mahasiswa yang dulu, teknologi digunakan untuk belajar dan memudahkan adik-adik dalam belajar, disatu sisi ada positif dan negative, terlebih dengan teknologi digunakan untuk hoax, seperti yang terjadi saat pembagian sertifikat tanah di Pondok Cabe,”ungkapnya.

Hoax sudah menyebar kemana-mana, padahal yang harus dijaga saat pesta demokrasi ini yakni membawa kesejukan dan kedamaian bukan mala menjatuhkan dan membuat fitnah.(irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!