Tukang Bersih Situ Pondok Jagung Tewas Tenggelam

Diterbitkan  Rabu, 06 / 02 / 2019 23:09 - Berita Ini Sudah :  237 Dilihat

SERPONG UTARA- Warga yang kerap menghabiskan waktunya memancing di Situ Pondok Jagung, kemarin, sempat dibuat geger. Pasalnya, mereka menemukan mayat pria berumur 40 tahun mengapung di tengah situ.

Mayat tersebut belakangan diketahui, semasa hidupnya bernama Teri dan bekerja sebagai tukang bersih-bersih situ. Almarhum juga pengumpul barang bekas di area situ dan merupakan warga Pondok Jagung Timur.

Saat ditemukan, Teri mengapung di situ dengan kondisi sudah kaku dan badannya membiru. Awalnya, diketahui oleh salah satu warga yang sedang memancing di area itu.

Mujiono, salah satu saksi yang awalnya menemukan jasad Teri, mengaku sangat terkejut. Awalnya Mujiono seperti melihat sebuah benda besar. Namun ketika dia memastikan kembali penglihatannya, ternyata mayat mengambang di situ yang memiliki luas hampir 9 hektar dan kedalaman 2 meter itu.

“Saya tidak tahu kalau itu mayat, saya coba tegaskan lagi pengelihatan saya ternyata benar itu mayat. Saya langsung teriak ada mayat ada mayat, dan pemancing lainnya langsung berkumpul dan melihat kondisi mayat itu,” ujarnya kembali menceritakan awal kejadian penemuan mayat tersebut.

Mendengar teriakan Mujiono itu, wagra lain pun berkumpul. Namun tidak ada satu pun yang berani mengangkat mayat itu dan ada salah satu warga berinisiatif menelpon polisi.

Menunggu petugas tiba di lokasi. Penemuan mayat itu pun menjadi tontonan warga setempat. Banyak dugaan-dugaan yang timbul dari warga yang melihat kondisi mayat sudah membiru tersebut.

Bahkan ada pula yang menduga-duga bahwa Teri menjadi korban pembunuhan, sehingga mayatnya sengaja dibuang di Situ Pondok Jagung untuk menghilangkan jejak.

Tidak berapa lama kemudian, polisi yang datang meminta bantuan dari Petugas Pemadam Kebakaran untuk mengangkat jenazah. Polisi pun langung melakukan olah TKP dan indentifikasi terhadap jenazah.

Dugaan-dugaan warga segera terbantahkan. Dari hasil forensik di lokasi tidak ada satu pun bekas luka kekerasan ditemukan di tubuh Teri. Meninggalnya Teri murni karena tenggelam.

“Tidak ada bekas luka atau luka tanda kekerasan pada tubuh korban, dan dari keterangan-keterangan dan dugaan sementara ini korban terpeleset ke dalam danau atau situ ini dan tenggelam. Dan saat ini kita sudah menghubungi keluarga korban dan sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar Kapolsek Serpong, Kompol Stephanus Lukito.

Teri memiliki riwayat penyakit eplipsi. Selanjutnya, mencuat dugaan bahwa tenggelamnya Teri dikarenakan eplipsinya kumat dan Teri terpeleset ke situ lalu tenggelam.

Mengenai penyakit eplipsi yang dimiliki Teri dibenarkan oleh salah satu pedagang di area situ, Rohayati. Ia pernah sekali melihat saat penyakit eplipsinya kumat.

“Iya dia itu memang punya penyakit ayan (eplipsi, red). Soalnya sudah lama saya itu melihat dia waktu membersihkan sampah tiba-tiba saja kejang-kejang, dan saya langsung tolong dan kasih air minum. Jadi mungkin saja kalau dia kepelset ke danau pas ayannya kumat,” ujarnya di warung semi permanennya tak jauh dari situ.

Rohayati mengatakan, kemungkinan tenggelamnya Teri terjadi pada subuh. Teri memang kerap memulai pekerjaanya mengumpulkan barang bekas dan membersihkan area situ sejak subuh-subuh.

“Kalau tadi itu katanya jam 4 pagi dia sudah keluar dan sudah mulai kerja ngumpulin barang bekas. Jadi mungkin subuh tadi tengelamnya,” papar ibu berkerudung ini.

Beberapa warga yang sedang memancing menilai situ yang tidak memiliki pembatas memang sangat berbahaya. “Ini harusnya dikasih pembatas danaunya. Jadi kalau ada nyaris terpleset ke danau setidaknya ada penghalang atau pembatas yang bisa menyelematkan. Apalagi kan kadang ada orang tua yang bawa anak-anaknya masih ke sini. Ini berbahaya kalau tidak dikasih pembatas,” ujar Iwan, warga tidak jauh dari Situ Pondok Jagung. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!