Massa Serang Aparat di Simulasi Pengamanan Pemilu

Diterbitkan  Jumat, 08 / 02 / 2019 22:47 - Berita Ini Sudah :  232 Dilihat

SIMULASI PENGAMANAN PEMILU: Personel TNI anti huru – hara, Polres Tangerang Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja, terlihat menggelar simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Indinesia Convention Exhibition, BSD, Jumat (8/2). Simulasi pengamanan pemilu tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan saat pemilu di kota Tangerang Selatan dan mengedepankan sinergitas antara TNI dan Polri.

SERPONG- Puluhan massa simpatisan partai politik mendatangi kantor KPU Kota Tangerang Selatan. Mereka memprotes hasil Pileg dan Pilpres yang dinilainya mengecewakan.

Aksi awalnya damai. Tiba-tiba berujung kericuhan. Massa ternyata telah menyiapkan balok kayu dan batu. Aparat memperingatkan massa. Mereka agar tidak bertindak anarkis. Namun peringatan itu tidak digubris.

Massa semakin beringas dan mulai menyerang. Menimpuk aparat keamanan. Balok kayu dan batu dipakai menimpuk. Tim pertama yang merupakan negosiator kemudian mundur berganti pasukan lapis kedua menahan laju pergerakan massa.

Tidak terima langkahnya dihentikan. Massa kemudian menyerang personel yang dilengkapi tameng dan tongkat pemukul. Massa terus merangsek berusaha masuk ke dalam kantor KPU, untuk bertemu dengan ketua KPU.

Massa semakin terdesak saat kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Tangerang Selatan datang ke lokasi. Damkar langsung menyemprotkan air bertekanan tinggi. Semprotan air itu membuat para demonstran kocar-kacir berlarian. Petugas bergerak cepat mengamankan provokator penyerangan. Lalu tim medis bergerak menyelamatkan sejumlah pedemo yang terluka dan menariknya ke dalam mobil ambulans untuk penanganan medis.

Demikian tersebut merupakan simulasi yang dilakukan personel Polres Tangerang Selatan bersama pasukan TNI anti huru-hara dalam pengamanan Pemilu 2019. Simulasi digelar di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Jumat (8/2).

“Kita melibatkan 165 personel dari TNI, 30 orang pasukan dari polri, 30 dari satuan polisi dan pamong praja kota Tangerang Selatan serta petugas pemadam kebakaran dan medis,” ujar Lettu Arh I Dewa Gede, Pasiops Yonarhanud 1 Kostrad.

Simulasi tersebut, dijelakannya, menunjukkan upaya mengedepankan sinergitas antara TNI dan Polri. Dua kesatuan tersebut bisa bahu membahu melakukan pengamanan-pengamanan yang diperlukan ketika aksi anarkis nantinya benar-benar terjadi.

“Kita kedepankan sinergitas TNI Polri dalam melakukan pengamanan aksi, tapi kita sama-sama berdoa semoga semua tahapan berjalan dengan kondusif. Ini hanya bentuk antisipasi dan mengecek sejauh mana kesiapan personel menghadapi kejadian seperti ini, intinya kami dari TNI dan Polri selalu siap kapanpun dibutuhkan ketika ada gangguan-gangguan keamanan,” jelasnya. (dem)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!