Ditjen SDA Bentuk Tim GSS Kaji Situ

Diterbitkan  Minggu, 10 / 02 / 2019 23:07 - Berita Ini Sudah :  161 Dilihat

PAMULANG- Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membentuk tim. Tim tersebut akan mengkaji batas-batas situ.

Kabid SDA, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Kota Tangsel, Aji Awan mengungkapkan, pemerintah pusat tengah membentuk tim. Pemerintah daerah dilibatkan, termasuk di dalamnya ada beberapa Organisasi Perangakat Daerah (OPD) terkait untuk ikut berperan aktif dalam mengelola situ.

“Luas Situ Tujuh Muara 31 hektar perhitungan dasar awal pelimpahan dari Jawa Barat. Maka untuk memastikan itu, saat ini  dari pusat ada pengukuran garis Garis Sepadan Situ (GSS). Saat ini tengah membentuk tim termasuk kami dilibatkan dalam pembentukan tim itu,” kata Aji Awan di Situ Tujuh Muara.

Dengan pembentukan tim pengukuran GSS, sehingga dapat diketahui batas-batas situ. Untuk membuktikan Situ Tujuh Muara seluas 31 hektar perlu penelusuran mendalam. Bisa saja alat ukuran dulu dengan yang sekarang berbeda, sehingga tidak akurat. Atau memang 31 hektar itu sudah sesuai data atau hanya catatan saja.

“Apakah yang 31 dulu memang hasil dari pengukuran atau hanya perkiraan saja. Pengukuran alat dulu dengan sekarang mungkin berbeda. Sekarang menggunakan satelit sementara dulu manual,” tambah pria yang dilantik pada jabatannya kini sejak 12 April 2018 ini.

Sedangkan tujuan lain dengan dibentuknya tim pengukur GSS agar dapat menemukan solusi apabila ada persoalan di lapangan. Kebijakan GSS berlaku 50 meter di pinggiran situ tidak boleh ada pemanfaatan lahan selain untuk konservasi atau dibuat jongging track. Lalu kemudian apabila ditemukan di lapangan ada banyak bangunan semi permanen, apa yang harus dilakukan?

“Intinya kita persuasif yang ditempuh oleh pusat tidak representif.  Akan ada identifikasi permasalah, batas GSS sampai mana. Lalu di dalam GSS ada apa saja, bangunan dan lai-lain. Kemudian dicarikan solusi. Kalau di lahan situ atau di lahan sungai dilakukan track, sedangkan jika di lahan masyarakat akan dikomunikasikan dengan pemilik lahan,” tukasnya usai mengikuti kegiatan HUT Ganespa yang ke-15.

Konsep pemanfaatan situ secara menyeluruh akan dikembangkan berdasarkan potensi masing-masing. Tidak semua dimanfaatkan untuk ekowisata, tapi tujuannya bagaimana situ bersih, indah dan lestari. Ekosistem dapat terjaga dengan baik. Juga, agar ada keseimbangan sebagai penampungan air dan serapan air tetap bagus.

“Untuk konsep ke depan semua situ tergantung kondisi masing-asming. Intinya bagaimana situ enak dilihat dan dipandang jadi destinasti paling tidak untuk berkumpulnya warga tidak ada sampah-sampah berserakan,” tutur pria yang pernah menjabat Kepala Bidang Bina Manfaat, Dinas Bina Marga Tangsel ini.

Disebutkan, Situ Tujuh muara tahun 2018 telah dikerjakan oleh BBWS untuk pemeliharaan berupa pengerukan dan penataan jogging track kurang lebih 1 kilometer. Adapun untuk pendalaman kurang lebih sekitar 3 meter.

Aji Awan memastikan, apabila sudah diketahui GSS masing-masing situ tidak ada polemik di lapangan. Pasalnya, sudah ada garis yang jelas. Jika ada di atas lahan pemerintah, akan dikomunikasikan dengan dinas terkait bagaimana langkah selanjutnya. Sebaliknya apabila di atas lahan warga, perlu dikomunikasikan bagaimana hubungan mereka antara pemilik bangunan dengan pemilik lahan ada komunikasi. Jika izinnya lama masih diberilakukan tapi jika nanti mengurus izin baru harus mengikuti aturan baru.

“Itu menjadi peer kita bersama satu sisi adanya pedagang dapat mengundang masyarakat untuk datang ke situ dan situ menjadi ramai serta dapat mengangkat ekonomi warga. Di sisi lain jika mereka memanfaatkan lahan GSS yang sebetulnya tidak boleh tapi faktanya ada. Makanya perlu sinergitas,” tuturnya.

Ketua Ganespa Tangsel, Dodi Haryanto menyampaikan bahwa diminta juga untuk duduk bersama dalam memastikan garis sepadan Situ Tujuh Muara. Ini penting dalam memastikan kembalinya fungsi situ seperti semula, sehingga kebermanfaatan situ dapat dirasakan bersama-sama oleh seluruh masyarakat. (din)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!