Gudang Kayu Dilalap Sigajo Merah di Cirendeu

Diterbitkan  Minggu, 03 / 03 / 2019 21:56 - Berita Ini Sudah :  289 Dilihat

CIPUTAT TIMUR-Si jago merah melalap gudang kayu, meubel, penyewaan tenda serta warung kelontong di Jalan Gungun Indah II RT 05/11, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangsel, Minggu (3/3) sekitar pukul 12.30 WIB. Kebakarana ini diduga dari hubungan arus pendek
Dari kejadian itu sedikitnya ada 6 unit mobil pemadam. Selain unit pemadam, masyarakat pun bahu membahu turut memadamkan lokasi kebakaran dengan menggunakan alat seadanya membawa air disiramkan ke sumber kobaran. Salah satu warga Suwarno, yang di lokasi menyebutkan bermula ada warga yang berteriak kebakaran, kemudian warga mulai terpanggil untuk mendekati sumber teriakan.
“Pertama kali denger ada orang lewat teriak kebakaran, itu jam 12.30 WIB. Sewaktu saya melihat api itu berasal dari toko kayu. Kebetulan memang cuaca berangin sehingga cepat menyebar,” tuturnya.
Sehingga bangunan yang ada di sampingnya turut terbakar. Beruntung tidak ada kobaran jiwa dalam insiden kebakaran ini, hanya kerugian material kayu, dan penyewaan tenda serta, meubel dan warung kelontong, sementara api masih terus berkobar hingga pukul 15.00 Wib pada sisa-sisa reruntuhan bangunan.
“Semua ludes tidak ada yang bisa diselamatkan. Karena terekana angin, terus banyak kayu. Kalau yang warung masih bisa diselematkan beberapa dagangannya,” ucapnya.
Hal itu juga disampaikan oleh warga lain Adi (34), menjadi saksi ketika api pertama kali muncul kepulan asap dari gudeng kayu itu. Sementara kondisi toko klongong masih dapat menyelamatkan barang-barang.
“Saya pertama lihat ada asap di toko kayu, lalu saya mendekati melihat api di dalam. Saat itu memang masih kecil, namun sayang digembok sehingga tidak bisa dibuka karena orangnya tidak ada,”tuturnya.
Pada saat bersamaan, tetangga yang lain turut menghubungi tim pemadam kebakaran Lebak Bulus Jakarta selatan, karena memang lokasinya berbatasan dengan Jakarta Selatan untuk mempercapat proses pemadaman.
Demikian disampaikan oleh Lurah Cirendeu Ciputat Timur, Win Fadlianta, bahwa empat titik kebakaran bersumber dari arus pendek listrik sementara gudang kayu dan temapat penyewaan tenda dan lain-lain tengah ditinggal pergi oleh pemiliknya.
“Pemiliknya semua tengah pergi tidak ada yang di lokasi baik gudang kayu, penyewaan tenda. Semua ludes tidak ada yang tersisa karena api begitu cukup besar,” tutur Win.
Tentu upaya masyarakat di sektiar lokasi turut bahu membahu memadamkan kobaran api melalui peralatan seadanya untuk membantu tim pemadam tiba. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini hanya kerugian bangunan dan bahan material.
“Kerugian mungkin ditarksir sekitar satu miliar dari insiden ini bahan-bahan material, dan tidak ada korban jiwa,” tambah ia.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhari-hati dalam penggunaan aliran listrik agar tidak terjadi hal sepupa. Penggunaan aliran listrik yang tepat dan aman dapat meminimalisir percikan api yang menimbulkan kobaran api.
“Pentingnya cermat dalam menggunakan aliran listrik, jangan sampai satu sambungan digunakan banyak pemakaian, hal ini supaya tidak cepat panas. Kabel yang panas bisa menimbulkan percikan api. Dan harap mencabut atau mematikan stop kontak saat bepergian agar tetap aman,” pesannya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Tangsel, Uci Sanusi membenarkan adanya isiden kebakaran itu, hanya saja belum mendapatkan laporan dari jajaran dibawahnya, soal lebih rinci. (din).

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!