Perpustakaan Harus Milenial


Airin : Kepala Perpustakaan Harus Berinovasi

Diterbitkan  Senin, 11 / 03 / 2019 21:30 - Berita Ini Sudah :  200 Dilihat

 

PAMULANG-Era milenium ketiga yang serba digital menjadi tonggak bagi transformasi dalam bidang perpustakaan. Dunia perpustakaan hadapi tantangan besar untuk terap miliki citra positif sebagai lembaga penting di masyarakat. Untuk itu Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengingatkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk melakukan inovasi.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah bertempat di SMAN 6 Tangsel, Pamulang, Kota Tangsel, Senin (11/3).

“Kalau Perpustakaan hanya mengandelkan unsur dinas saja, saya yakin perpustakaan tidak akan berkembang. Perpustakaan saat ini harus milenial yang berbeda dengan perpustakaan jaman dulu, tidak hanya buku saja, namun ruang-ruang belajar yang ditata lebih nyaman dengan dilengkapi fasilitas komputer, internet dan Wi-Fi. Karena perkembangan teknologi saat ini semakin maju dan luar biasa berkembangnya,”ungkapnya.

Perkembangan teknologi yang begitu maju dan pesat menjadikan gaya hidup dan perilaku masyarakat juga mulai berubah. Hal itu juga perlu direspons oleh pengelola perpustakaan untuk mengikuti kemauan dan kebutuhan para generasi milenial dengan menjadikan perpustakaan bukan lagi tempat untuk mencari buku semata, namun menjadi tempat untuk ajang berkumpul dan diskusi sambil minum kopi.

Airin mengungkapkan perilaku masyarakat yang berubah di era disrupsi perlu direspons oleh setiap perpustakaan untuk memberikan layanan yang lebih baik terutama kepada generasi milenial selaku pengguna. “Generasi milenial sekarang ini sangat suka informasi yang sifatnya detail. Anak muda sekarang lebih suka segala sesuatu terhubung ke smartphone, dari mencari buku dengan cepat, bentuknya harus digital dan selalu terkoneksi internet,” katanya.

Untuk itu dirinya meminta Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah harus melakukan inovasi mulai dari kegiatan yang kecil hingga besar.

Sedangkan untuk bidang kearsipan, Airin meminta agar penyusunan arsip tidak menyusahkan bagi kelanjutan pemkot Tangsel. “Dari sekarang kita cicil, di rapihkan, sehingga ketika kita membutuhkan tidak perlu mencari-cari ke Kabupaten, dan kita tidak meninggalkan kesusaan untuk penerus kita,”pintanya.

Bahkan Airin berharap agar Arsip di Tangsel dapat menjadi percontohan, di Provinsi Banten maupun nasional. “Kalau belum bisa sebanten, setidaknya untuk di Tangsel pengelolaan arsipnya rapih dan jika ingin mencari tidak mengalami kesulitan,bahkan bentuknya digitalisasi,”pintanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel, Dadang Raharja menjelaskan, dalam issue strategis tahun 2016 hingga 2021 pihaknya akan meningkatkan kompetensi pegawai dinas perpustakaan dan arsip daerah, pustakawan dan arsiparis. Optimalisasi pembudayaan minat budaya baca masyarakat Tangsel, pembangunan gedung perpustakaan yang akan selesai di 2019 ini dan pembangunan depo arsip yang akan selesai di 2020.

“Bahkan kami akan mengembangkan layanan kearsipan berbasis teknologi, dan optimalisasi peningkatan layanan perpustakaan melalui penambahan fiture dan konten pustaka pada itangsel,”singkatnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!