Pertunjukan Lakon “Dalam Ruang Terbatas”


SMAN 4 Kota Tangerang Bangun Masa Depan Teater

Diterbitkan  Senin, 11 / 03 / 2019 21:51 - Berita Ini Sudah :  280 Dilihat

 

TEATER. Puluhan siswa-siswi SMAN 4 Kota Tangerang foto bersama setelah memanggungkan lakon teater “Dalam Ruang Terbatas” karya sastrawan Aan Sugiantomas , di Gedung Kesenian Kota Tangerang, Minggu (9-10/3/2019).

TANGERANG – Puluhan siswa-siswi SMAN 4 Kota Tangerang sukses memanggungkan lakon teater “Dalam Ruang Terbatas” karya sastrawan Aan Sugiantomas , di Gedung Kesenian Kota Tangerang yang kondisinya rusak parah, dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu, (9-10/3/2019).

Budi Sabarudin — Tangerang

Melihat dedikasi dan semangat mereka bermain yang begitu kuat di atas pentas, ada harapan yang sangat besar. Di tangan mereka kelak masa depan seni teater Tangerang akan lebih baik, lebih maju, lebih berkembang dan lebih cerah seperti cahaya matahari.

Namun untuk sampai pada pencapaian-pencapaian seperti itu, sudah pasti tidak akan bisa direbut dengan cara-cara yang mudah. Mereka yang tergabung dalam Komunitas Teater Bangun ini masih perlu bekerja keras dalam mengeksplorasi dirinya sebagai aktor dan aktris serta menjalani prosesnya dengan sabar dan tekun.

Pentas dan Ribuan Penonton

Pemanggungan lakon Dalam Ruang Terbatas dibuka dengan adegan seorang guru Dukri (Ryan) yang sedang memeriksa tugas-tugas siswanya, sedangkan istri bernama Midah (Angun Kurnia Dewi) menyapu lantai rumah. Mereka bicara tentang  nasibnya yang malang sambil diringi dengan musik yang begitu sedih.

Dukri adalah seorang guru yang dimutasi ke suatu desa. Ia sudah insaf dari masa lalunya yang buruk  dan ingin bekerja dengan lurus dan mempertahankan idealismenya sebagai seorang pendidik.  Ia misalnya, tak mau menerima uang sogokan dari Lurah (Raehan Opung) yang meminta anaknya diluluskan dari sekolahnya.

Sikap seperti itu, tentu membawa dampak pada kelurganya yang hidup pas-pasan, karena gajinya sebagai guru sangat tidak memadai. Akhirnya, Midah tidak tahan dengan penderitaan ekonomi keluarganya, hingga ia melakukan perselingkugan atas motif ekonomi dengan tangan kanan Lurah bernama Bayan (Renaldy Putra Nugraha).

Lakon ini digarap dengan artistik yang sederhana oleh Panji Nurhakim. Misalnya di kiri-kanan dan atas panggung hanya dipasang beberapa keranjang dari bambu dan jerami kering. Namun penataan artistik ini, secara semiotik sudah cukup kuat mewaki idiom kampung atau pedesaan sebagai latar cerita lakon tersebut.

Lakon yang sebenarnya cukup berat dengan struktur alur cerita yang turun naik seperti spiral ini, mampu ditundukkan para pemain dengan cara bermain konsisten, kompak dan solid sejak awal hingga akhir.  Hal itu membuat  sekitar 1.200 penonton (selama dua hari) bisa menikmati pertunjukan dan tetap bertahan ingin mengetahui akhir ceritanya.

Sedikit Masukan

Setiap pertunjukan teaer, sebagus apa pun  itu, tentu tidak akan pernah luput dari kekurangan. Demikian juga dengan pemanggungan Dalam Ruang Terbatas ini. Salah satu contohnya, pada adegan awal, musik yang mengiringi pertunjukan ini terlalu dominan, sehingga sedikit mengganggu dialog para pemainnya.

Namun demikian secara keseluruah pertunjukan ini sudah cukup bagus. Artinya, pesan-pesan penting dalam lakon yang ditulis Aan Sugiantomas itu sudah cukup tersampaikan kepada penonton.  Dalam lakon itu, Aan ingin menegaskan tentang banyak dimensi manusia yang bokbrok secara mental dan rukhani.

Plt Dewan Kesnian Kota Tangerang (DKT) Madin Sumadiningrat mengatakan, pihaknya akan selalu memfasilitasi dan mendukung kelompok-kelompok kesenian mana pun untuk bermain di Gedung Kesenian, agar kreativitas mereka tumbuh dan terus berkembang.

Hal yang sama dikatakan Ketua Komite Teater EB Magor. Pihaknya mengakui sudah lama melakukan pembinaan teater di kalangan pelajar di Kota Tangerang. “Ini salah satu pembinaan dari Komite Teater juga,” kata Magoir, yang juga seniman teater  ini.

Sekedar informasi, pertunjukan ini disaksikan langsung Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang Hj Nina Hernaningsih, guru-guru, para orang tua pemain, Kepala SMAN 4 Lili Kusmaya, dan ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah di Tangerang. (*)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!