Umat Hindu Tangsel Gelar Dharma Shanti 2019

Diterbitkan  Rabu, 03 / 04 / 2019 21:53 - Berita Ini Sudah :  417 Dilihat

PERAYAAN. Walikota Tangsel menghadiri perayaanDharma Shanti Perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru caka 1941 sebagai penutup rangkaian perayaan hari raya nyepi 2019.Perayaan tersebut digelar di Pura Parhyangan Jagat Guru Nusaloka, Serpong, Kecamatan Serpong.

SERPONG-Umat Hindu Kota Tangsel menggelar Dharma Shanti Perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru caka 1941 sebagai penutup rangkaian perayaan hari raya nyepi 2019.Perayaan tersebut digelar di Pura Parhyangan Jagat Guru Nusaloka, Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.

Ketua PHDI Tangsel IGN Purnama menjelaskan, bahwa umat Hindu di Kota Tangsel juga turut serta dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama sebagai wujud toleransi.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel Abdul Rojak, yang hadir mendampingi Walikota Tangsel mengatakan bahwa perayaan Hari Nyepi bagi umat Hindu di Tangsel berjalan aman, damai, dan sukses.

“Dengan acara ini kita semua berharap toleransi antar umat beragama khususnya di Kota Tangsel dapat terjalin dengan baik. Kita berusaha mempererat tali kasih dan tali persahabatan sehingga toleransi umat beragama yang ada di Kota Tangsel terjalin baik dan harmonis,” ujarnya.

Di hadapan ratusan umat Hindu Kota Tangsel, Kepala Kantor juga mengingatkan agar umat beragama tidak terpengaruh dengan adanya pertarungan politik sehingga kemudian merenggangkan tali persaudaraan. Justru sebaliknya, tali persaudaraan itu harus tetap terikat kuat.

“Saya juga mengajak kepada umat Hindu untuk menjadikan hari Raya Nyepi dan Dharma Shanti sebagai sarana perenungan, refleksi diri, dan intropeks agar ke depan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, yang didampingi oleh Dandim 0506 Tangerang, Let. Kol. Inf. Faisol Izzudin, menjamin pemeluk agama yang ada di Kota Tangsel selalu aman dan damai.

“Insya Allah kami menjamin semua pemeluk agama di Kota Tansel selalu merasa aman dan damai. Kita bisa melihat sekarang ini banyak sekali berita hoax yang beredar, tapi kita harus menyikapi dengan hati yang tenang,” ujar Airin.

Menurutnya, berbeda pendapat, berbeda pilihan itu biasa dan wajar dalam berdemokrasi. Namun jangan sampai terjadi perselisihan.

“Harus diingat kita semua adalah bersaudara, masih dalam satu kerangka Kota Tangsel dan dalam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya.

Pada acara tersebut, panitia juga mengundang komunitas agama lain yang ada di Kota Tangsel, antara lain agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Konghucu.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!