Pemkot Tangsel Terima Kunjungan Benchmarking Diklat PIM IV

Diterbitkan  Kamis, 04 / 04 / 2019 22:13 - Berita Ini Sudah :  1774 Dilihat

FOTO BERSAMA. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie foto bersama dengan peserta diklat pim IV Kemendagri Regional Bukit Tinggi, bertempat di halaman Kantor Puspemkot Tangsel, Ciputat, Kamis (4/4).

CIPUTAT-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerima kunjungan 40 peserta Benchmarking Diklat Pim IV dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Kedatangan peserta benchmarking ini dikomandani oleh Ketua Rombongan yakni Kepala Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Bukit Tinggi Sukriadi Sawai, Kamis (4/4) bertempat di Puspemkot Tangsel, Ciputat.

Kepala Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Bukit Tinggi Sukriadi Sawai, mengungkapkan, kesuksesan Pemkot Tangsel dengan berbagai inovasinya telah menghasilkan torehan berbagai prestasi di tingkat Nasional, untuk itu peserta benchmarking Diklat PIM IV berkunjung ke Tangsel untuk melihat inovasi teknologi yang dimiliki Tangsel. “Kita ingin mempelajari inovasi yang ada, dan dari sini bisa dikembangkan untuk kemajuan Bukti Tinggi,”ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pendidikan (BKPP) Tangsel Apendi, menjelaskan, sebanyak 40 peserta diklat pim IV dari PPSDM Kemendagri Regional Bukit Tinggi berkunjung ke Tangsel untuk mengetahui inovasi apa saja dan kelebihan apa saja yang dimiliki Tangsel.

“Mereka ini akan berkunjung ke BKPP, Badan Keuangan dan Kominfo, mereka akan dijelaskan mengenai sisumaker dan lainnya,”ungkapnya.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang menerima peserta diklat pim IV ini, menjelaskan, bapak ibu diminta membuat proyek perubahan, Tujuan untuk mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan organisasi yang memiliki best practice dalam pengelolaan program, serta memperluas wawasan melalui pemahaman penghayatan visi misi serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab instansi yang dijadikan tujuan benchmarking untuk kemudian dapat mengidentifikasikan produk, standard an pelaksanaan pelayanan serta masalah dan penyelesaiannya.

“Era bapak dan saya berbeda, bapak eselon IV sekarang dan saya eselon IV tahun 1986, beda jaman bapak dan saya. Jaman saya saya kalau dulu diperintah kepala bagian untuk mengedarkan surat undangan ke Camat, saya butuh satu hari penuh, sekarang cuma 1 jam, melalui whatsapp pribadi maupun grup surat perintah sudah nyampai, langsung dijalankan,”ungkapnya.

Sekarang perubahan sudah jelas didepan mata. “Kita tidak bisa menutup diri, jika pekerjaan saya masih seperti tahun 1986, kita akan digilas sama jamannya, teknologi komunikasi sangat berubah dasyat, dari jaman saya kirim surat harus seharian ini satu jam sudah nyampe, jadi kita harus ada perubahan, sehingga inovasi harus terus dikembangkan,”singkatnya.(irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!