Dishub Akui Keterbatasan Alat dan SDM untuk Uji KIR


Pemohon Uji KIR Kecewa, Jam 11.00 Sudah Istirahat

Diterbitkan  Selasa, 09 / 04 / 2019 22:46 - Berita Ini Sudah :  207 Dilihat

UJIR KIR: Sejumlah mobil terlihat mengantre untuk di lakukan uji KIR di Setu, Selasa (9/4). Menurut Kasie Keselamatan Lalu Lintas Hikmat Maulana kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan Alat untuk ujir KIR membuat sejumlah mobil mengantre panjang untuk di lakukan pengujian.

SETU-Pemohon uji KIR Kendaraan bermotor kecewa lantaran jam operasional tempat Uji KIR tutup istirahat lebih awal yakni Pukul 11.00 Wib. Penutupan tersebut tidak seperti biasanya yakni Pukul 12.00 wib.

“Pukul 08.00 Wib, sudah datang dan ambil nomor antrian serta isi data, lalu jam 09.00 tempat Uji KIR buka, namun jam 11.00 Wib sudah tutup kembali karena katanya sudah jam istirahat, Kami sedikit kecewa karena sudah datang pagi, jam 11.00 Wib sudah tutup istirahat dn nanti buka kembali jam 13.00 Wib sampai jam 15.00 wib, kami harus menunggu lama,”ungkap Wagimin

Wagimin menjelaskan, waktu seharian hanya untuk menunggu, “Dulu ma gak seperti ini, cuma setengah hari sudah beres, ini karena tutupnya lebih awal jadi kita menunggu seharian,”jelasnya.

Tidak hanya Wagimin yang mengeluhkan Ucok pun juga mengeluhkan hal yang sama, bahkan untuk dapat nomor antrian saja, dirinya harus melalui calo. “Sebenarnya harga uji KIR itu murah hanya Rp 50 ribu, namun kalau tidak pakai calo kita susah dapat nomor antrian, jadi kita lebih baik menggunakan calo dengan membayar Rp 200- 250 ribu,”ungkapnya

Ucok pun terasa terbantu dengan calo tersebut, karena pembuatan KIR di Tangsel ini dibatasi quota, calo ini sangat membantu dirinya untuk mendapatkan nomor antrian biar cepat di uji KIR. “Harga calo pun berbeda-beda tergantung kita menawarnya, Saya bukan tidak mau mengurus sendiri, karena saya pernah mengurus sendiri meski bayar murah, namun saya harus lama menunggunya, namun dengan adanya calo saya tidak akan kehabisan nomor antrian,”katanya.

Menanggapi tutup istirahat lebih awal tersebut, Kepala Seksi Keselamatan Dishub Tangsel Hikmat Maulana, mengungkapkan, pengurangan jam ini karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan alat uji KIR. “Biasanya kita buka jam 08.00 Wib sampai Jam 16.00 Wib, jam istirahat Jam 12.00 hingga 13.00 Wib, kalau hari jumat istirahat jam 11.00 Wib sampai jam 13.00 wib,”ungkapnya.

Hikmat menjelaskan, bahkan dirinya membatasi jumlah kuota pemohon uji KIR, karena kondisi alat yang rusak dan SDM yang tidak memadahi. “Tenaga penguji kita dulu 9 orang, namun dua orang sudah diterima jadi PNS di Makasar dan Kementerian, sehingga SDM kita hanya 7 orang untuk tenaga KIR, lalu alat yang ada sudah tua dari jaman kabupaten, sampai sekarang belum ada penggantian, sehingga alat uji KIR kita sudah tua,”jelasnya.

Untuk menghindari kerusakan alat, dirinya membuat kuota. “Baru sebulan ini kita membuat kuota, ini dilakukan untuk mengurangi kerusakan alat dan keterbatasan SDM. Dulu alat sering rusak dan teknisi yang membetulkan sulit sekali, sehingga factor ini yang menjadi alasan dibatasi kuota yakni 130 per harinya,”ungkapnya.

Sementara untuk calo, Hikmat menghimbau agar pemohon uji KIR tidak menggunakan calo, karena biaya uji KIR itu murah hanya Rp 50 ribu untuk semua jenis KIR. “Kita tidak pernah mempersulit pemohon, bahkan kita menggandeng bank jabar untuk mempermudahkan pembayaran KIR, serta nantinya kita akan berbasis IT untuk menghindari calo ini,”singkatnya.(irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!