Kader Kesling Dibentuk di Ciputat Timur

Diterbitkan  Kamis, 25 / 04 / 2019 20:00 - Berita Ini Sudah :  211 Dilihat

 

CIPUTAT TIMUR-Sumber penyakit berasal dari  kondisi lingkungan yang kumuh. Guna mengurangi munculnya berbagai penyakit, Kader Kesehatan Lingkungan (Kesling) di Ciputat Timur dibentuk. Sejak Oktober 2018.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Ciputat Timur, Widodo Hati Lusinto menyampaikan, dalam mengurangi potensi penukaran penyakit yang disebabkan dari lingkungan, maka dibentuklah Kesling di 79 RW se-Kecamatan Ciputat Timur.  Satu RW satu Kader Kesling. Mencakup 150-an RT.

“Kami bentuk Kader Kesling di setiap RW satu petugas. Tugas mereka sebagai penyuluh di lingkungan seperti tentang sampah. Lingkungan adalah sumber penyakit. Contoh lalat berasal dari sampah yang mana hinggap dimakamkan kita dan makanan kita terkontaminasi dan makanan konsumsi jadi penyakit. Kami bentuk sejak Oktober lalu,” katanya.

Tujuan pembentukan Kader Kesiling sebagai kepanjangan tangan program pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Masyarakat yang peduli pada kesehatan. Keluarganya dan anak keturunan mereka. Tentang bagaimana sanitasi air untuk kebutuhan sehari-hari perlu dirawat.

“Bahwa dengan adanya kader Kesling mereka bisa memberikan penyuluhan tentang sampah program sanitasi penggunaan sepiteng karena tidak boleh buang air besar sembarangan. Dan kami akan mengecek ulang di wilayah Ciputat Timur. Kita membangun partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Selain pembentukan Kader Kesling, berperan sebagai Kader Jumantik di setiap kelurahan masing-masing RW. Harapanya sama, menjadi petugas yang dapat mengurangi potensi penularan DBD.

Kepala UPT Puskemas Pisangan, Enting Susilawati menyampaikan Kader Kesling memiliki peran cukup sentral di tengah lingkungan masyarakat. Masyarakat akan tercerahkan dengan berbagai informasi tentang program-porgram disosialisasikan kepada masyarakat.

“Yang sudah dibentuk bulan Oktober lalu bertujuan untuk membantu program kesehatan terutama program kesehatan lingkungan dan program 1 rumah 1 jumantik,” katanya.

Penyuluhan DPD harus terus digalakan, karena penyebaran DBD dapat menjangkit siapa saja apabila lingkungan dibiarkan begitu saja. “Dengan adanya Kader Kesling harapan kami mereka bisa membantu sosialisasi tentang penyuluhan DPD dan untuk menurunkan angka kesakitan DBD di wilayahnya. Kalau program 1 rumah 1 jumantiknya jalan Insya Allah efektif menurunkan kasus DBD,” ujarnya. (din)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!