Di TPS 49 Rengas, Jokowi-Ma`ruf Turun 111 Suara


Pemilih Coblosan Ulang Menyusut

Diterbitkan  Kamis, 25 / 04 / 2019 20:00 - Berita Ini Sudah :  290 Dilihat

PEMUNGUTAN SUARA ULANG DI TANGERANG SELATAN: Warga memasukkan surat suara Pemilu pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 71 Ciputat Timur, Rabu (24/4/2019). PSU dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran pada pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019 lalu, dan KPU Tangerang Selatan atas rekomendasi dari Bawaslu Tangsel melaksanakan PSU di 2 TPS di kelurahan Ciputat Timur.

CIPUTAT TIMUR– Coblosan ulang baru selesai digelar, kemarin. Di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) 49 Rengas dan TPS 71 Cempaka Putih. Keduanya di wilayah Kecamatan Ciputat Timur. Berbeda dengan coblosan Pemilu pada 17 April lalu, jumlah pemilih mengalami penyusutan. Partisipasi masyarakat menurun.

Coblosan ulang atau Pemungutan Suara Ulang (PSU) tersebut dilaksanakan pada hari kerja. Angka partisipasi masyarakat tak sebanding sebelumnya. Di TPS 49 Kelurahan Rengas, terungkap, terdapat 235 pemilih yang terdaftar di DPT. Pada 17 April di TPS tersebut tingkat partisipasi sebesar 92 persen. Dengan kehadiran atau pengguna hak pilih sebanyak 217 orang.

Sedangkan pada PSU kemarin, partisipasi di TPS 49 ini menurun menjadi 77 persen. Dengan tingkat kehadiran atau pengguna hak pilih sebanyak 181 orang.

Begitu juga dengan TPS 71 Kelurahan Cempaka Putih. Pada 17 April lalu, partisipasi di TPS 71 ini sebesar 91,9 persen. Dengan tingkat kehadiran atau pengguna hak pilih sebesar 262 orang. Jumlah pemilih yang terdaftar di DPT sebanyak 285 orang.

Sebaliknya, pada PSU kemarin partisipasi pemilih menurun menjadi 74 persen. Tingkat kehadiran atau pengguna hak pilh sebanyak 211 pemilih.

Tidak hanya partisipasi saja yang menurun. Namun pada perolehan suara Pilpres. Terdapat pengurangan suara untuk masing-masing pasangan calon presiden-wakil presiden.

Seperti pada TPS 49, dimana pada 17 April lalu suara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan perolehan suara 127 suara. Prabowo-Sandi hanya mendapatkan suara 90 suara. Saat PSU, Jokowi-Ma’ruf Amin turun menjadi 111 dan Prabowo-Sandi turun menjadi 70 suara.

Pada TPS 71 pun terjadi penurunan suara pada pasangan Capres dan Cawapres. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada 17 April lalu mendapatkan suara sebanyak 128 suara. Prabowo-Sandi sebanyak 134 suara. Terdapat penurunan pada saat PSU. Jokowi-Ma’ruf Amin turun menjadi 99 suara dan Prabowo-Sandi menjadi 112 suara.

Proses PSU tersebut pun berlangsung dengan sangat aman dan kondusif. Warga di kedua TPS itu tidak hanya hadir dan menggunakan hak pilihnya, tetapi juga ikut menyaksikan proses penghitungan suara.

Pantauan Tangsel Pos, hujan deras turun. Warga tetap tenang ikut serta menyaksikan proses PSU tersebut. Bahkan terlihat beberapa warga juga merelakan rumahnya menjadi tempat berkumpulnya petugas dan penagwas.

Proses PSU itu pun disaksikan langsung beberapa pejabat, seperti Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie,Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Iriawan, serta beberapa komisioner KPU Banten dan Bawaslu Banten.

Komisioner Bawaslu Banten Nuryati Solapari, mengatakan, terjadinya PSU ini memang ada kekurang pahamanan pada petugas di TPS tersebut. Sehingga, terjadi kesalahan yang mengharuskan terjadinya PSU.

“Misalnya saja seperti di TPS 49, dimana ada sebanyak 14 orang ber-KTP elektronik luar Banten, dan tidak memiliki form A5 tetap bisa masuk ke dalam TPS dan menggunakan hak pilihnya. Ini karena memang pada saat itu ada kekurnagan pahaman di lokasi, sehingga 14 orang ini bisa menggunakan hak pilihnya di TPS ini. lalu mnejadi temuan teman-teman di bawah sehingga direkomendasikan untuk PSU,” ungkapnya.

Nuryati juga menyayngkan alasan KPU Tangsel memilih hari kerja untuk pelaksanaan PSU tersebut. karena jelas dampaknya pada partisipasi pemilih. “Tap karena memang sudang keputusan KPU kami hormati itu, seharusnya sih memang hari libur. Seperti di Kota Tangerang itu ada 22 TPS yang PSU dan mereka memilih hari libur pada Sabtu nanti,” ungkapnya.

Komisioner KPU Kota Tangsel Taufiq MZ mengatakan, tentunya PSU ini akan menjadi bahan evaluasi kembali bagi KPU Tangsel. Terlebih lagi sebentar lagi Kota Tangsel akan kembali menggelar Pilkada Kota Tangsel 2020.

“Tentu ini menjadi bahan evaluasi bagi kami, terutama dalam memberikan bimbingan teknis pemahaman kepemiluan terhadap para petugas di TPS. Agar tidak ada lagi keselahan-keselahan seperti ini,” ujarnya.

Sedangkan mengenai turunnya angka partisipasi tersebut, Taufiq mengatakan bahwa KPU bersama petugas KPPS sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengumumkan kepada warga untuk PSU.

“Tetapi mungkin ada yang tidak sempat datang ke TPS karena kerja. Tetapi kamki sangat apresiasi KPPS yang sangat maksimal untuk mengumumkan ke warga. Setidaknya angka partisipasi yang turun ini tidak merosot jauh,” ungkapnya.

Sedangkan Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, yang tiba di TPS 71 sekitar pukul 09.45 WIB untuk meninjau pelaksaan PSU.  Dia meminta agar para petugas tetap menjaga kesehatan. Bahkan Pemkot Tangsel melalu Dinas Kesehatan telah menerjunkan tim medis untuk memeriksa kesehatan para petugas KPPS tersebut.

“Di semua PPS saya intruksikan Dinkes untuk menyedikan fasilitas kesehatan. Tenaga medis akan disiapkan untuk, pemeriksaan kesehatan secara rutin. Saya juga himbau kepada petugas di jam istirahat dilakukan cek kesehatan kembali sampai selesai penghitungan. Tenaga pengamanan semua dilayani pemeriksaan kesehatannya,” paparnya.

Tenaga medis dari Puskesmas Ciputat Timur juga sudah berada di lokasi untuk memeriksa kesehatan petugas yang sering dialami yakni tekanan darah yang tinggi, kelelahan dan kurang jam tidur. Maka dari, pemberian vitamin akan dianjurkan agar tubuh menjadi fit. “Pemberian vitamin, bahkan suntik vitamin C sudah disiapkan,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!