Warga Terdampak Luapan Cisadane Butuh Air Bersih

Diterbitkan  Senin, 29 / 04 / 2019 21:07 - Berita Ini Sudah :  210 Dilihat

 

SETU-Pasca banjir dari luapan Kali Cisadane, Kamis (25/4) pukul 23.25 WIB, perlu penanganan lebih lanjut. Misalnya, suplai air bersih. Juga, bantuan peralatan sekolah. Di samping itu, pengangkutan sampah atau material bekas terdampak banjir.

Pentingnya penanganan pasca banjir, dipahami betul oleh Camat Setu, Heru Agus Santoso. Ia pun menekankan, warganya terdampak luapan Cisadane harus mendapatkan penanganan lanjutan. Banyak hal harus dipikirkan. Berbagai harta benda tak dapat diselematkan akibat banjir. Seperti terjadi di Pesona Serpong RW 08 Kademangan, Setu. Meski Minggu (28/4) kondisi mulai normal, masyarakat mulai beraktivitas.

“Kondisinya berangsur-angsur normal. Meski warga masih memerlukan peralatan anak sekolah dan buku sekolah. Termasuk kelengkapan dapur dan tempat tidur banyak yang rusak,” ujar Heru.

Kebutuhan lain sangat penting bagi warga adalah air bersih. Tentu pasca banjir, lumpur menutup pipa sambungan air. Padahal warga selama ini mengandalkan air pipa Kelompok Swadaya Masyarakat. Banyak pipa air usak. Selama air pipa KSM belum normal, diperlukan bantuan suplai air bersih. “Termasuk belum terlihat PDAM turun tangan bantu air bersih ke warga. Semoga PDAM bisa membantu air bersih tiga tangki per hari sampai dengan Jumat pekan depan,” terangnya.

Sementara, suplai air dan bantuan saat ini berasal dari dinas terkait. Dia berharap ada pihak di luar pemerintah turut serta berpartisipasi untuk meringankan warga. dikabarkan, air sumur warga baru bisa dipergunakan untuk cuci dan mandi, sebab harus menunggu proses penjernihan. “Sementara dari dinas ada dan tambahan dari Muspika,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Chaerudin menyampaikan sejak Jumat mobil dapur telah bersiaga di lokasi. Namun per Minggu (28/4), mobil segera akan ditarik. Sementara untuk kebutuhan lainnya bersama-sama dengan instansi terkait dalam penanganan pasca banjir.

“Ada Dinas Sosial serta Bapak Camat. Untuk evakuasi memang kami BPBD yang melakukan. Untuk hal-hal lain bisa dibantu oleh dinas-dinas terkait,” ujar mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangsel.

Adapun soal, langkah yang dilakukan BPBD pasca banjir, disampaikannya, akan terus melakukan pantauan. Di titik-titik biasa terjadi banjir. Termasuk , komunikasi dengan para relawan yang tersebar di semua titik. Ini sangat penting dilakukan guna mengambil langkah cepat dalam evakuasi ketika banjir terjadi.

Sebelumnya, disebutnya, Cisadane meluap tersebut merupakan siklus lima tahunan. Kok bisa? Terjadi serupa pada lima tahun lalu di perumahan ini. Juga pada 10 tahun sebelumnya saat masih berupa lahan persawahan. Dengan ketinggian antara 50 cm hingga 150 cm. Sedangkan yang terjadi pada April 2014 silam mencapai 200 Cm. Selain di Pesona Serpong, rumah penduduk pinggiran Cisadane di Koceak, Kademangan, juga terendam.

Informasi dihimpun, air mulai naik sekitar pukul 23.35 WIB. Di perumahan itu, sedikitnya ada 275  rumah.  Terendam hingga pukul 07.00 WIB, Jumat (26/4). Lokasinya berjarak dengan Kali Cisadane tidak begitu jauh. Saat air meluap, ratusan warga berupaya mengungsi. Perahu karet dari Satpol PP turut mengevakuasi warga. Begitupun petugas BPBD bersama Damkar tampak membantu warga. Sementara tempat pengungsiannya ada di dua musala Kademangan. Letaknya di perkampungan lebih tinggi.

Kendati sudah dibuat, tembok keliling untuk membatasi antara perumahan dan kali, namun namanya air sifatnya menempati rongga atau tempat yang lebih rendah. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!