Bisa Dapat 3 Kursi DPRD Tangsel


PSI Jadi Kejuatan

Diterbitkan  Rabu, 01 / 05 / 2019 18:43 - Berita Ini Sudah :  1598 Dilihat

 

SERPONG- Partai baru. Sebelum coblosan, dibilang Parnoko atau “Partai Nol Koma”. Namun di sejumlah daerah, jadi kejutan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tidak lagi dianggap remeh. Pemilu 2019 ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Tangsel langsung menggebrak. Unjuk gigi. Dengan data sementara perkiraan, PSI mendapat suara lebih dari 35 ribu pemilih untuk DPRD Kota Tangsel.

Angka tersebut tentunya sangat mengejutkan. Jumlah angka dan sebaran suaranya merata di seluruh daerah pemilihan (dapil). PSI bisa saja nantinya mendapatkan 3 atau 4 kursi di DPRD Kota Tangsel. Diperkirakan dapil yang akan disi oleh PSI ialah Pamulang (dapil 2) Serpong-Setu (dapil 3) dan Pondok Aren (dapil 5).

Bahkan perolehan suara PSI di Pemilu perdana bagi partai yang mengusung isu Anti Intoleran ini, cukup mengejutkan. Apalagi bagi partai lain. Pasalnya, partai-partai baru lainnya seperti Perindo, Berkarya, dan Partai Garuda di Kota Tangsel tidak mendapatkan suara signifikan.

Bahkan pada pendaftaran Daftar Calon Tetap (DCT) beberapa bulan lalu saja, PSI hanya mendaftarkan 37 nama Caleg dari kuota 50 kursi DPRD. Artinya pada pesta demokrasi ini untuk Kota Tangsel PSI masih kekurangan Caleg.

Bahkan pengurus PSI Tangsel sendiri pun tidak menyangka akan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Kota Tangsel. Dengan memberikan kepercayaan kepada PSI untuk duduk di parlemen.

Ketua DPD PSI Kota Tangsel Andreas Arie, mengatakan, PSI Kota Tangsel hanya memiliki modal dana kampanye Rp 500 juta yang digunakan untuk kampanye seluruh dapil. Dan angka seperti itu, menurutnya, masih sangat kurang. Mulai dari kegiatan pertemuan terpadat selama 8 bulan masa kampanye, pembuatan alat peraga dan kegiatan lainnya.

“Pertama kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PSI. Dan memang sebagian teman-teman tidak menyangka bahwa sambutan atau apresiasi terhadap PSI di Kota Tangsel ini begitu tinggi. Ini memang di luar prediksi kami, bahkan PSI Kota Tangsel juga mendapatkan perhatian serius di tingkat pusat,” ungkapnya, kemarin.

Andreas menduga, perolehan didapatkan PSI kali ini lantaran tingginya angka partisipasi. Pemilih PSI ini bisa jadi pemilih yang 2014 lalu pemilih Golput. Pada Pemilu 2019 ini menjatuhkan pilihannya kepada PSI.

“Mungkin mereka yang pada 2014 lalu Golput ketika melihat PSI akhirnya memilih PSI pada Pemilu ini, dan seperti yang kita lihat partisipasi pemilih kali ini sangat tinggi,” ungkapnya.

Andreas juga mengatakan, dalam kegiatan kampanyenya, PSI tidak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Melalui media massa juga melalui tatap muka langsung.

Dengan memberikan pemaparan kepada masyarakat visi dan misi yang ditawarkan oleh PSI kepada masyarakat. “Terutama di basis perumahan-perumahan ini. Kita terus masuk ke dalam mengisi kekosongan yang selama ini tidak didapakan oleh masyarakat dari partai lain. Dan kini semua perjuangan kita mendapatkan hasil yang sangat baik,” ungkapnya.

Andreas juga mengatakan, perjuangan PSI tidak sampai pada selesainya perhitungan saura saja. Tetapi nantinya para Caleg yang terpilih pun akan dituntut untuk bekerja profesional dan bersih.

“Nanti jika Caleg-caleg terpilih ini tidak komitmen, atau melanggar aturan partai dan Undang-undang yang berlaku. Akan kita pecat. Maka kami juga meminta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi Caleg terpilih ini,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!