Plastik Bahan Limbah Kelapa Sawit


Bioplastik Temuan Baru LIPI

Diterbitkan  Kamis, 02 / 05 / 2019 20:54 - Berita Ini Sudah :  1540 Dilihat

SETU- Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus melakukan penelitian. Alhasil, ad beberapa temuan terbaru. Kali ini, Bioplastik dan Pemanfaatan Fasilitas CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik).

Bioplastik tersebut diyakini akan mampu menggantikan bahan plastik. Menariknya, dengan memanfaatkan limbah pelepah dahan Sawit.

Peneliti Peneliti LIPI Kimia Polimer, M Ghozali, mengungkapkan, plastik kelapa sawit yang dikembangkan pihaknya dapat terurai secara alami. Dengan jangka waktu paling lama 3 bulan.

“Kalau di tanah maksimal terurai 3 bulan, sampah plastik konvensional kan butuh waktu sampai ratusan tahun untuk benar-benar terurai,” ungkap Ghozali di Kawasan Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Selasa (30/4).

Bioplastik berbasis limbah kelapa sawit ini dianggap sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengganti plastik konvensional. Pasalnya, memiliki sifat tahan terhadap air dan kelembaban.

Sampah plastik konvensional juga kerap ditemukan di perairan. Bahkan banyak hewan laut yang mati dan ditemukan telah menelan sampah-sampah plastik.

“Kalau yang kita kembangkan, plastiknya aman. Jika dimakan oleh hewan, dia akan terurai, lamanya tergantung jumlah mikroba di tubuh hewan,” terang Ghozali.

Ghozali menjelaskan, bahan baku berupa tandan kosong kelapa sawit ini mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin.

“Bioplastik berbasis selulosa asetat ini tentunya dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan plastik konvensional yang selama ini kita hadapi,” terangnya.

Sedangkan untuk Pemanfaatan Fasilitas CPOTB, Gozhali mengatakan, Indonesia sebagai mega biodiversitas besar di dunia, menopang sumber daya alam yang dapat digunakan untuk kesejahteraan manusia. Salah satunya, tanaman obat dan herbal Indonesia yang telah digunakan secara turun temurun.

“Untuk mendukung kelestarian serta mengoptimalkan penggunaannya sesuai dengan kaidah dan standar mutu, Pusat Penelitian Kimia LIPI melakukan pengembangan tanaman obat tradisional Indonesia sebagai bentuk kemandirian bahan baku obat tradisonal Indonesia,” ungkap alumnus S2 Teknik Kimia, Universitas Indonesia ini.

Gozhali menambahkan, CPOTB adalah seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional. Bertujuan menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu. Ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Fasilitas yang telah dibangun di tahun 2018 ini diharapkan menjadi fasilitas berstandar percontohan. Selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh industri obat tradisional, UKM maupun praktisi obat herbal yang belum memiliki sarana dan prasarana yang sesuai CPOTB. Dengan skema kerjasam pengembangan riset.

“Beberapa hasil litbang yang akan memanfaatkan fasilitas CPOTB dan kerjasama industri diantaranya ekstrak pace untuk antihipertensi dan antidiabetes, ekstrak jamblang untuk antidiabetes, ekstrak daun sukun sebagai bahan baku herbal penyakit degeratif, ekstrak pegagan dan jahe sebagai antiselulit, bahan baku katekin dari gambir, serta metil sinamat dari minyak lengkuas sebagai bahan baku obat,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!