BATAN: Jangan Lagi Takut Nuklir

Diterbitkan  Jumat, 03 / 05 / 2019 22:13 - Berita Ini Sudah :  206 Dilihat

SERPONG- Banyak bidang. Pemanfaatan teknologi nuklir. Terutama, bidang kesehatan. Pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan telah sangat membantu.

Namun nuklir masih menjadi momok. Bagi sebagaian masyarakat, nuklir dianggap menakutkan. Masih banyak masyarakat berfikir, pemanfaatan teknologi nuklir sangat berbahaya.

Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) menggelar jumpa pers, kemarin. Di salah satu restoran kawasan BSD, Serpong. Untuk menyampaikan informasi bahwa masyarakat seharusnya sudah tidak takut lagi. Perkembangan teknologi nuklir di Indonesia, saatnya disambut tangan terbuka.

Pada periode 2020-2024, BATAN akan hadir di tengah-tengah masyarakat. Untuk mengembangkan beberapa industri dengan menggunakan teknologi nuklir. Mulai dari sektor pertanian, kesehatan, dan juga pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Batan Suryantoro menekankan masyarakat tidak perlu takut dengan nuklir, karena tidak berbahaya. Apabila digunakan secara benar.

“Hampir semua masyarakat menggunakan teknologi nuklir, contohnya untuk alat rontgen paru-paru, kemudian alat untuk CT Scan. Saya yakin masyarakat pernah menggunakan itu,” ungkapnya.

Menurut Suryantoro, kedua alat tersebut bekerja dengan menggunakan teknologi nuklir. Oleh karenanya, masyarakat tidak perlu takut lagi dengan nuklir.

“Karena masyarakat sendiri sudah dekat dengan yang namanya nuklir, hampir tiap hari merasakan, masyarakat ini tau nuklir kan hanya buat bom saja, padahal tidak, nuklir juga bisa digunakan untuk teknologi kesehatan,” ungkapnya.

Nuklir saat ini, lanjut Suryantoro, digunakan untuk tujuan damai. Untuk kesejahteraan. di Indonesia nuklir tidak akan digunakan untuk tujuan perang.

“Berdasarkan peraturan yang ada di Indonesia, bahwa negara kita menggunakan nuklir untuk tujuan damai. Untuk menggunakan alat-alat dengan teknologi nuklir, rumah sakit harus izin pemanfaatan tenaga nuklir dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten),” katanya.

Suryantoro juga mengatakan bahwa untuk mengobati kanker juga menggunakan teknologi nuklir, sehingga memang tenaga nuklir juga sudah dekat dengan masyarakat dan masyarakat tidak perlu takut. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!