Pertama di Banten, Tangsel Punya Akta Kelahiran Braille

Diterbitkan  Jumat, 03 / 05 / 2019 22:35 - Berita Ini Sudah :  230 Dilihat

 

CIPUTAT- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali melakukan terobosan. Akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) bertulisan huruf braille, terobosannya kali ini. Diperuntukkan bagi penyandang disabilitas tuna netra.

Program ini merupakan yang pertama di Banten. Kedua di Indonesia setelah Bandung, Jawa Barat. Pemberian Akta Kelahiran dan KIA tersebut dilaksanakan secara simbolis. Di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Jumat (3/5).

Kepala Disdukcapil Kota Tangsel, Dedi Budiawan, menjelaskan, program ini merupakan pertama di Provinsi Banten dan kedua di Indonesia setelah Bandung. Program ini untuk mempermudah para tunanetra dalam membaca dokumen kependudukan.

“Ini merupakan bentuk inovasi kita, agar para tunanetra dalam membaca dokumen kependudukannya bisa lebih mudah dengan dunianya mereka, serta kita ingin memberikan pelayanan yang baik, tidak hanya untuk yang normal saja, namun untuk disabilitas pun kita tingkatkan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.

Dedi Budiawan, menjelaskan, di Tangsel terdapat 800 orang yang merupakan disabilitas netra, dari 800 disabilitas netra ini, baru 8 orang ini yang memiliki akta kelahiran dan KIA Braille.

Lanjutnya, para penyandang disabilitas netra ini memiliki akta kelahiran bestandar nasional dengan dan didampingi dengan akta Braille. “Untuk saat ini kita masih menumpang cetak di Yayasan Makfufin di Serpong, namun kedepannya kita akan membeli alat cetak mesin Braille,”ungkap penjabat yang pernah memimpin dinas pemuda dan olahraga ini.

Mantan Camat Ciputat ini mengatakan, pelayanan ini ada sebagai bentuk hadirnya Negara melalui Disdukcapil dalam pemberian pelayanan dokumen kependudukan kepada warganya. “Pelayanan dokumen kependudukan ini gratis tanpa dipungut biaya, bagi masyarakat yang tuna netra ingin membuat akta kelahiran Braille bisa datang ke Disdukcapil,”singkatnya.

Peneliti senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI), Syaifullah memberi apresiasi. Ini merupakan komitmen lembaga dan Negara dalam pelayanan dokumen kependudukan. “Kita hadir melayani seluruh kebutuhan hak konstitusional warga Negara, karena tidak boleh warga Negara tidak memiliki hak untuk mendapatkan dokumen kependudukan, sehingga IKI hadir bersama dengan Disdukcapil untuk memberikan pelayanan terbaik untuk mereka,” ungkapnya.

Sementara penerima Akta Kelahiran Nur Kholik, mengucapkan terima kasih dengan adanya pelayanan ini. Sehingga, dirinya bisa membaca apakah nama dan tanggal lahir sesuai atau tidak. Selama ini hanya dibacakan orang . Sekarang dirinya bisa membaca sendiri akta kelahiran sudah benar atau tidak.

“Saya senang dengan adanya program ini, kita tuna netra terbantu dengan program Disdukcapil, saya berharap, semua tuna netra di Tangsel dapat memiliki akta kelahiran dan anaknya mendapatkan KIA Braille,” tandasnya. (irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!