Peserta Antusias Praktik Pengolahan Sampah Jadi Pupuk

Diterbitkan  Jumat, 03 / 05 / 2019 22:35 - Berita Ini Sudah :  268 Dilihat

CIPUTAT-Warga Kelurahan Serua Kecamatan Ciputat, Jumat (3/4), antusias. Praktik cara mengolah sampah organik diikuti mereka dengan seksama. Diolah menjadi pupuk cair dan komposter. Kegiatan ini diusung Kelurahan Serua. Dalam upayanya mengatasi persoalan sampah di lingkungan.

Salah satu peserta, Ketua RT 4/10, Erna Herlinawati, misalnya. Ia usai mengikuti praktik cara mengolah sampah organik mengaku senang. Baru berpikir jika sampah yang selama ini dianggap tidak ada manfaatnya, rupanya memiliki banyak kelebihan. Tak hanya sampah organik. Namun sampah anorganik mengandung nilai ekonomis tinggi.

“Seru sekali saya mengikuti kegiatan ini. Bagi yang tidak mengikuti kegiatan ini saya katakan mereka sangat rugi. Dan rupanya sampah memiliki banyak manfaat,” ujarnya ceria.

Dirinya usai mengikuti kegiatan ini akan berupaya mensosialisasikan kepada lingkungan. Harapannya masyarakat lain dapat mampraktikkan. Jika gerakan masyarakat peduli sampah di lingkungan sudah terbangun, ibu berkerudung ini mengaku sampah dapat tertangani dengan baik.

“Berupaya untuk mengajak masyarakat agar sama-sama mengolah sampah menjadi bermanfaat. Sehingga persoalan sampah di lingkungan sekitar dapat teratasi dengan baik,” ujarnya.

Salah satu mentor dari Bumi Maruga Resik (BMR) RW 4 Imam Gunawan, kepada para peserta menyampaikan untuk cinta lebih dahulu. Jika telah cinta, tak lagi jijik terhadap sampah. Dengan cinta sampah menjadi teman. Sebab, dari sampah bisa dibuat banyak macam bernilai.

“ Soal ini harus pakai cinta. Dan nantinya ini menjadi kebanggaan bapak dan ibu sekalian setelah melihat hasil olahan dari teman-teman yang lain,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Endin Munji dari BMR. Olahan sampah menjadi kompos menjadi kunci dalam penanganan sampah. Lingkungan perkotaan sudah tidak punya lahan luas, maka melalui pengomposan. Dengan cara dimasukan ke dalam drum, lalu diberikan cairan untuk mengeluarkan air lindi. Sisanya menjadi komposter.

“Biasanya masalah soal lahan yang sempit. Dengan komposter ini dapat mengatasi persoalan pengolahan sampah di lingkungan,” pesannya.

Lurah Serua, Kecamatan Ciputat Cecep Iswadi melihat peserta dari perwakilan RT/RW yang ada di Serua semakin semangat. Pasalnya, peserta antusias dan senang. Dua indikasi ini berharap menjadi hal positif. Mereka betul-betul akan menjalankan ilmu yang telah diberikan dalam pelatihan ini.

“Semoga setelah memperoleh teori dan praktik semakin semangat dan antusias dalam mengolah sampah. Kami melihat peserta antusiasnya cukup tinggi, tentunya perlu diapresiasi kepada mereka,” ujar mantan Lurah Ciputat. (din)

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!