Santunan KPPS Untuk Pendidikan Anak

Diterbitkan  Jumat, 03 / 05 / 2019 22:35 - Berita Ini Sudah :  257 Dilihat

PEMBERIAN SANTUNAN: Petugas Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Evi Novida Ginting Manik (kanan) terlihat memberikan santunan kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal di Kampung Buaran, Serpong Utara, Jumat (3/5). Pemberian santunan tersebut merupakan bentuk belasungkawa KPU kepada keluarga yang di tinggalkan.

PONDOK AREN- Duka mendalam masih dirasakan Tri Widanarti, istri almarhum Ketua Kelompok Panitia Pumungutan Suara (KPPS). Beberapa komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) tiba ke rumahnya.

Tri menyambut dengan mata berkaca-kaca. Sesekali menceritakan bagaimana suaminya, Hanapi, meninggal dunia. Usai menjalankan tugas sebagai KKPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 50 Kelurahan Juramangu Timur, Pondok Aren pada 17 April lalu.

Rombongan KPU RI terdiri dua orang komisioner KPU RI Evi Novida Ginting dan Pramono Ubaid Tanthowi. Tiba di rumah duka di Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, pagi hari, Jumat (3/5).

Uang sebesar Rp 36 juta diberikan. Sebagai santunan. Tri menerimanya. Dana santunan itu akan dipergunakan Tri untuk melanjutkan pendidikan putri semata wayang yaitu Sherly Ananda Rahmawati  yang baru saja selesai menamatkan pendidikannya tingkat Sekolah Menengah Kejuran (SMK).

Menurut Tri, sang suami sangat ingin melihat anaknya melanjutkan pendidikannya sampai perguruan tinggi. Karena itulah, dana santunan itu akan digunakan untuk seluruh kebutuhan biaya pendidikan anaknya lanjut ke perguruan tinggi.

“Almarhum ingin sekali anaknya kuliah. Dia dulu pernah nanya-nanya ke anaknya setelah lulus nanti mau jadi apa, dan Almarhum sarankan untuk lanjut kuliah. Jadi uang ini akan kami pergunakan sebaik-baiknya untuk pendidikan Sherly,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Sedangkan mengenai semakin banyaknya jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia, Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting mengatakan, setidaknya sudah ada lebih dari 400 petugas dalam Pemilu 2019 berpulang.

“Terakhir yang saya dapat informasinya 412 tadi malam tanggal 2 Mei, kita himpun dari daerah-daerah,” ujarnya setelah memberikan santunan.

Menurutnya, KPU akan melakukan evaluasi terkait banyaknya anggota KPPS yang meninggal dunia di banyak wilayah di Indonesia.

Kendati demikian, evaluasi itu masih harus menunggu proses tahapan yang sedang berlangsung ini selesai.

“Kalau kita evaluasi nanti menyeluruh, evaluasi penyelenggaraan pemilu. Selesai semua tugas yang harus kita selesaikan, selesai rekapitulasi, selesai sengketa hasil itu memakan waktu sampai 40 hari ke depan oleh KPU,” terang Evi.

Sebagai bentuk belasungkawa, KPU memberikan santunan kepada yang sakit maupun anggota KPPS yang meninggal.

Untuk keluarga yang ditinggalkan, diberikan santunan sebesar Rp 36 juta. Sedangkan untuk yang sakit diberikan Rp 8 – Rp 30,8 juta tergantung sakitnya.

“Kami memberikan rasa belasungkawa kepada KPPS yang mendahului kita yang telah wafat. Ini bentuk belansungkawa kita dalam bentuk santunan,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!