Bersama KPK, Polres Tangsel Tangkap Buronan

Diterbitkan  Senin, 06 / 05 / 2019 20:29 - Berita Ini Sudah :  201 Dilihat

SERPONG- Sudah lebih dari empat bulan, salah satu pengusaha asal Provinsi Lampung, buron. Oleh Polda Lampung masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Namanya, Nur Muhammad (NM). Terkait dugaan korupsi proyek pengadaan alat olahraga. Di salah satu dinas di Provinsi Lampung.

DPO Disandang NM sejak Desember 2018 lalu. Pelarian NM akhirnya terdeteksi di wilayah hukum Polres Tangsel. Bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polres Tangsel melakukan penangkapan. NM sedang berada di kontrakan di Melati Mas, Serpong.

Penangkapan tersangka tersebut pun langsung diungkap oleh Polres Tangsel di hadapan awak media, di Mako Polres Tangsel, Serpong, kemarin.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, awal penangkapan berawal penanganan kasus korupsi oleh Polda Lampung. Namun penanganan tersebut terhambat lantaran masih ada satu tersangka masih buron. Hingga akhirnya Polda Lampung meminta Asistensi kepada KPK untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Selama pelarian menjadi buronan, tersangka memiliki tiga identitas palsu. Untuk mengelabui proses pelariannya selama ini.

Kapolres mengatakan, setelah KPK mendapatkan informasi keberadaan tersangka, selanjutnya berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polres Tangsel untuk menangkap tersangka.

“Ini adalah bentuk kerjama dan sinergitas antara KPK dan Polrei dalam penegakan hukum. Dan kapan pun kami akan selalu siap bekerjasama dalam melakuan penegakan hukum di negeri ini,” ungkap perwira polisi yang pernah menjadi penyidik KPK ini.

Ferdy mengatakan, pada saat penangkapan terjadi, tersangka hanya sendiri di rumah kontrakan. “Tersangka akan langsung dibawa oleh penyidik Polda Lampung untuk proses selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan NM merupakan tersangka perkara tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan peralatan olahraga SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan tahun anggaran 2016.

NM menjabat sebagai Wakil Direktur CV Mika Kharisma selaku penyedia barang dan jasa. Kerugian negara dalam proyek itu diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Selain NM, penyidik Polda Lampung juga menetapkan tersangka lain. Y selaku pejabat pembuat komitmen di Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan dan ZR selaku pemilik modal.

“Tersangka masuk DPO Polda Lampung sejak Desember 2018. Polda Lampung kemudian meminta bantuan KPK untuk penangkapan,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!