Masjid Arrahmah Rempoa Kembali Bina 24 Penghafal Al Quran

Diterbitkan  Rabu, 08 / 05 / 2019 22:33 - Berita Ini Sudah :  251 Dilihat


CIPUTAT TIMUR- Masjid Arrahmah Rempoa kembali menyelenggarakan Karantina tahfidz Quran pada Ramadan 2019 ini sebanyak 24 peserta. Kegiatan yang sama dilakukan tahun 2018 silam dengan jumlah peserta mencapai 40 peserta.
Ketua Asrama Masjid Arrahmah, Suheri Wiguna menyampaikan tujuan menyelenggarakan tahfidz Quran untuk mewujudkan satu keluarga satu penghafal Quran. Oleh sebab itu melakukan berbagai upaya dengan menggandeng berbagai lembaga dalam mewujudkan impian itu.
“Kami bermimpi ingin mewujudkan satu keluarga satu hafizd dan hafizdhon Quran. Kami dalam hal ini kerjasama dengan Lembaga Tahfidz Nasional berkantor di Jakarta,” katanya.
Utamanya bagi peserta pendidikan tahfidz berusaia sekitar SMA, selama Ramadan ini dengan target mencapai 30 juz. Untuk dapat masuk ke program ini, pihaknya melakukan penjaringan seleksi ketat. Peserta minimal harus hafal 5 juz.
“Tahun ini dari sekitar tujuh puluh peserta. Yang tersaring sebanyak dua puluh empat peserta laki-laki dan perempuan. Peminatnya memang cukup banyak Alhamdulillah,” tambah ia.
Seluruh peserta dikarantina selama Ramadan. Tugas mereka hanya menghafal dan wajib setoran hafalan setiap harinya empat kali. Seluruh keperluan sehari-hari, untuk berbuka puasa, sahur dan lain-lain sudah ditanggung oleh pengurus masjid Arrahmah . Peserta tak perlu memikirkan berbagai akomondasi selama hidup. Semua telah ditanggung.
“Semua sudah disiapkan mereka tugasnya menghafal dan melakukan tugasnya menyetor setiap hari. Alhamdulillah berkah, para peserta begitu semangat dalam mengikuti program ini. Mudah-mudahan akan terus berjanjut setiap tahun dan melahirkan banyak penghafal al Quran,” harapnya.
Pengurus sendiri tidak mewajibkan peserta yang ikut program ini apakah mereka akan kembali keluarga sambil mengamalkan ilmu yang telah dimilikinya atau mengikuti kembali. Namun Arrahmah mendirikan Yayasan tersendiri sebagai lembaga pengembangan hafalan al Quran.
“Intinya bagaimana mereka dapat mengamalkan ilmu yang telah didapat setiap waktu di tengah keluarga dan masyarakat. Kami juga membuka lembaga khusus dalam pengembangan hafalan al Quran untuk menampung mereka, jelas ia.
Yang lebih meneraik program ini diutamakan bagi para yatim piyatu dan kaum dhuafa. Para peserta selain dari lingkungan setempat juga dari kelurahan yang lain. Mohon dukungan masyarakat agar program ini sesuai harapan mencetak banyak penghafal Al Quran sebagai penjaga Kalam Ilahi.
“Suport masyarakat dalam pengemangan program ini sangat dibutuhkan. Mohon doanya agar para penjaga Al Quran terus tumbuh dan semakin banyak sampai kita semua tidak mampu menghitung berapa banyak para penghafal Al Quran sebagai petunjuk jalan bagi umat Islam,” doanya.
Ketua Yayasan Arrahmah HMN Nurhasanuddin menambahkan bawah visi yang diembanya bagaimana mencetak keluarga-keluarga penghafal al Quran. Minimal satu keluarga satu orang penghafal Al Quran. Karena ini akan membuat berkah. “Itu yang kami cita-citakan memperbanyak generasi penghafal al Quran agar negeri ini makmur dan di Rahmati Allah SWT,” harapnya. (din).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!