Tangsel Archery Campionship 2019 Jaring Atlet Profesional

Diterbitkan  Rabu, 08 / 05 / 2019 20:25 - Berita Ini Sudah :  231 Dilihat

PAMULANG-Menjaring atlet panahan berbakat dan profesional, fokus Pengurus Cabang Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Pengcab Perpani) Tangsel saat ini. Di antaranya dengan menggelar perebutan Piala Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonsia (KONI) Tangsel. Ajang itu diikuti 300 peserta. Dari berbagai daerah Jawa dan Sumatera.

Ketua Pengcab Perpani Kota Tangsel, Agam Pamungkas menyampaikan, Tangsel Archery Campionship 2019 akhir April kemarin berlangsung di Lapangan Foruna Pamulang Barat. Menyungguhkan ronde nasional, SD pemula untuk kelas 1-3 dengan jarak 5 meter. SD lanjutan kelas 4-6 untuk 10 meter. SMP 15 meter, SMU 20 meter dan umum 40 meter.

Untuk recurve umum 70 meter, compound umum 50 meter dan barebow umum 20 meter. Peserta yang datang dari berbagai daerah. Seperti Cilacap, Cimahi, Pekalongan, Bandung bahkan sampai Sulawesi Tanggara Kendari. Ansuasis peserta cukup baik. Mereka jauh-jauh rela datang mengikuti kompetisi.

“Kegiatan itu kegiatan yang digelar Pengcap Perpani Tangsel di awal masa kepemimpinan saya. Di samping kita mencari bibit atlet-atlet berbakat dan ajang persiapan untuk berlaga di PON Papua tahun depan,” kata mantan Ketua Dewan Kesenian Tangerang Selatan.

Sejauh ini atlet panahan di Kota Tangsel cukup banyak. Hal ini tidak lepas tumbuhnya olahraga panahan yang tengah digemari masyarakat. Setidaknya saat ini ada 20 club panahan terdaftar di Pengcab Perpani. Mereka telah memiliki surat keputusan (SK) Pengcab. “Sementara yang masih melengkapi adminitrasinya  belum terdaftar secara resmi ada 7 Club,” terangnya.

Kota Tangsel dikenal banyak daerah menjadi gudang atlet panahan. Fakta ini sejalah dengan peroleh medali emas ketika berlangsung kejuaraan Porprov Banten di Kabupaten Tangerang. Sebanyak 18 medali emas diraih. Menyisakan 2 emas untuk daerah lain.

“Para peserta banyak atlet Pelatda untuk PON besok mereka jadikan event kita sebagai uji coba. Dan kami akan megagendakan kegiatan seperti ini menjadi momen tahunan, ke depannya,” tukasnya.

Dengan menjadikan agenda rutin tahunan dapat mengubah persepsi. Olahraga panahan bukan olahraga mahal yang selama ini hanya orang-orang punya uang saja. Olahraga panahan, olahraga merakyat. Diharapkan masyarakat dapat hidup sehat dengan gemar berolahraga. Kampanye olahraga menjadi tugas para atlet dan pengurus di Perpani kepada masyarakat.

“Memasyarakatkan Panahan, sebab selama ini panahan dianggap olahraga yang ekslusif dan hanya diminati orang-orang kaya aja. Di samping Tangsel emang salah satu barometer panahan di tanah air,” bebernya.

Ketua Umum KONI Tangsel, Rita Juwita memberikan apresiasi kepada para pemenang. Berharap momen ini mendorong masyarakat, generasi muda mulai melatih bakatnya sejak kecil. Para orangtua dapat menyalurkan hobi anak-anaknya dalam olahraga panahan. Serta mendorong agar anak-anaknya cinta terhadap olahraga ini. Jika sudah cinta, maka seiring bertambahnya usia dapat diarahkan menjadi atlet ke depan.

“Selamat kepada para peserta yang telah memenangkan ajang kompetisi ini. Berharap atlet panahan terus dibina sejak SD sampai SMA agar Tangsel bisa melahirkan atlet-atlet yang handal untuk masa depan. Dan tetap menjunjung sportifitas,” pesan Rita. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!