Pasar Serpong Terima Pasokan Tiga Ton Bawang Putih

Diterbitkan  Minggu, 12 / 05 / 2019 21:51 - Berita Ini Sudah :  256 Dilihat


SERPONG-Pasar Serpong dipasok bawang putih tiga ton oleh Kementerian Perdagangan. Pasokan ini guna menurunkan harga yang sempat melambung tinggi mencapai Rp 80 ribu per kilogram akibat pasokan berkurang.
Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina di Pasar Serpong pada Sabtu (11/5) menyampaikan tingginya harga disebabkan permintaan banyak sementara pasokan sedikit. Maka dalam mengurai persoalan itu selama Ramadan hingga lebaran digulirkan pasokan bawang putih di seluruh Indonesia. Kerjasama dengan importir serta distributor menjadi salah satu solusi mengatasi tingginya harga.
“Dari fasilitasi ini, kami meluncurkan tujuh ton bawang putih. Empat ton di Pasar Anyar, Tangerang dan tiga ton di sini (Pasar Serpong) untuk menjual kepada para pedagang,” kata Srie Agustina.
Lanjutnya, alasannya menjual kepada para pedagang agar tidak menyaingi para pedagang bawang putih. Pedagang bisa mendapatkan satu karung bawang putih seberat 18 kilogram dengan harga perkilogramnya Rp 25 ribu.
“Operasi pasar ini tujuannya bukan menjual langsung pada konsumen, tapi kepada para pedagang. Sehingga kita tidak menyaingi pedagang, jadi rantai untuk sampai ke konsumen tetap ke pedagang. Pedagang dapat harga termurah yaitu 25 ribu perkilogramnya, kemudian harus menjual tidak boleh lebih mahal dari Rp 32 ribu perkilogram,”jelasnya.
Srie juga sempat berbincang dengan salah satu pedagang, bahwa pada intinya saat ini harga bawang putih sudang berangsur menurun. Usai di pasok pedagang wajib menjual Rp 32 000 per kilogram sebagai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan. Kebijakan HET juga berlaku pada harga bawang putih pada pasar modern atau ritel.
“Kalau tadi ada pedagang bawang putih bilang sebelumnya Rp 80 ribu perkilo dan sekarang berangsur-angsur turun. Sekarang Rp 60 ribu ada yang Rp 50 ribu. Diharapkan ini akan terus terjadi penurunan signifikan sampai harga normal kembali sampai yang kita inginkan Rp 32 ribu untuk di pasar rakyat dan Rp 35 ribu di pasar ritel modern,” tambah Srie.
Harga akan stabil seiring dengan pasokan cukup. Dengan demikian dapat dipastikan hingga lebaran tidak ada kenaikan yang cukup signifikan. Semestinya momen Ramadan hingga lebaran harga harus tetap normal tidak melonjak yang sulit dijangkau oleh masyarakat. Pemerintah hadir untuk menurunkan tekanan harga.
“Mudah-mudahan harga bawang putih dapat kembali ke harga wajar Rp 32 ribu. Insya Allah sampai lebaran cukup dan aman,” harapnya.
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa selain bawang putih harga relatif normal, seperti cabe normal, tomat normal, dan stok tersedia. Bahkan harga cabe mulai turun.
“Harapan kita harga pada posisi dengan nilai ekonomis di masyarakat. Serta bisa membawa rasa aman dan nyaman bagi konsumen selama bulan Ramadan, karena biasanya permintaan beberapa item meningkat di bulan Ramadan. Makanya kita lakukan operasi pasar disaksikan langsung oleh Irjen Kementerian Perdagangan,” ungkap Benyamin. (din).

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!