Kinerja Caleg Petahana Jadi Alasan tak Dipilih Lagi


Wajah Baru Dominasi DPRD

Diterbitkan  Senin, 13 / 05 / 2019 20:22 - Berita Ini Sudah :  328 Dilihat

 

 

SERPONG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan pada periode 2019-2024 bakal memiliki aura baru. Wajah-wajah baru bermunculan. Diperkirakan 28 kursi dari 50 kursi DPRD tersedia akan diduduki para politisi baru. Mereka terpilih melalui Pemilu 2019. Sebagiannya, mampu mengungguli petahana.

Tidak seluruh petahana kalah bertarung. Ada memang beberapa tidak mencalonkan diri lagi. Ada juga maju, namun ke tingkat DPRD Provinsi Banten. Namun demikian, tidak sedikit petahana yang bakal tergantikan dengan wajah baru.

Terlihat ada dua daerah pemilihan (dapil) yang memang didominasi wajah baru. Seperti dapil 5 yaitu Kecamatan Pondok Aren. Terdapat 9 wajah baru dari total 11 kursi di dapil tersebut.

Seperti pada Partai Golkar yang mendapatkan dua kursi di dapil 5 ini, dua kursinya bakal diisi oleh wajah baru. Petahana Golkar dari dapil 5 yaitu Mursidi tidak terpilih lagi. Sedangkan Syiahabuddin Hasyim maju ke DPRD Provinsi Banten.

Petahana dari Gerindra yaitu Syaifin dari dapil 5 pun tidak terpilih dan yang terpilih dari dapil tersebut ialah Syauqi Farhan Mewali. Begitu pun dengan Partai Demokrat. Petahana di dapil itu Gacho Sunarso, namun pada Pemilu kali ini perolehan suaranya dikalahkan oleh wajah baru yaitu Yanto.

Di dapil 3 Kecamatan Serpong-Setu. Ada empat nama petahana tergeser, yaitu Taufik MA dari Gerindra, Eeng Sulaiman dari  PPP dan Abdullah Serin dari Nasdem. Selain itu, Soleh Asnawi dari PBB yang sebelumnya dari Partai Hanura. Dua petahana kembali duduk di dapil ini ialah Abdul Rasyid dari Golkar dan Nurhayati Yusup yang sebelumnya dari PKB pindah ke Demokrat.

Adapun enam caleg lain dari delapan alokasi kursi Dapil Serpong-Setu yang diprediksi melenggang ke Gedung Dewan yakni Zulfa Sungki Setiawati dari Gerindra, Syariah dari Partai Golkar, Paramita Messayu dari PKS, Mohamad Soleh dari PKB, Putri Ayu dari PDIP, dan terakhir Alexander Prabu dari PSI.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarok mengatakan, fenomena gagalnya caleg incumbent merupakan sebuah bentuk simbol perlawanan terhadap figur-figur lama yang telah ada sebelumnya dari masyarakat.

Zaki menyebut, kinerja selama 5 tahun menjabat, caleg petahana yang dianggap kurang berhasil pun bisa menjadi patokan bagi pemilih. Untuk tidak memilih kembali caleg di luar faktor-faktor penyebab lainnya.

“Caleg incumbent tidak terpilih bisa karena mereka terlalu percaya diri, sehingga kurang optimal dalam kampanye, kinerjanya sebagai legislatif tidak memuaskan masyarakat, dan juga masyarakat ingin perubahan dengan memilih figur-figur yang baru,” jelasnya.

Ada juga faktor lain, yang menurut Zaki menjadi penyebab kalahnya petahana dalam Pemilu ini. Terlalu percaya diri akan terpilih kembali. Tanpa menghitung strategi politisi-politisi baru yang juga ikut bertarung di Pileg ini.

“Biasanya itu petahana terlalu percaya diri, sehingga strategi mereka bisa dikalahkan oleh politisi baru ini untuk mengabil simpati masyarakat. Ini juga bisa menjadi faktor lain kalahnya petahana,” ungkapnya.

Sementara itu, beberapa wajah baru yang sudah dapat dipastikan duduk di DPRD Tangsel ini mengklaim akan siap bekerja untuk lima tahun mendatang. Siap menjaga amanah dari masyarakat.

Seperti Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangsel LI Claudia Chandra, yang merupakan wajah baru di DPRD Tangsel. Dia mengatakan tugas selanjutnya ialah bekerja melayani dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Tentunya di partai kami sudah banyak belajar mengenai tugas dan fungsi legislator. Tinggal nanti mengaplikasinya. Dan saya secara pribadi tentunya akan bekeja secara total untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar politisi akrab disapa Alin ini.

Sementara itu, dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mendominasi wajah baru di DPRD Tangsel. Menurut Ketua DPD PSI Kota Tangsel Andreas Arie, para Calegnya yang terpilih nanti akan diawasi dengan ketat. Bahkan jika ada penyelewengan, maka akan langsung dipecat.

Sementara itu beberapa wajah lama yang gagal kembali hingga saat ini masih enggan diwawancarai. Saat dihubungi lewat telpon genggam belum ada balasan. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!