Korban Ditemukan Telanjang, Lehernya Dicekik Kabel Charger


Teman Kencan Bunuh Pemandu Lagu

Diterbitkan  Selasa, 14 / 05 / 2019 20:45 - Berita Ini Sudah :  202 Dilihat

RILIS KASUS PEMBUNUHAN DI APARTEMEN: Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Iriawan, Kasar Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho serta Kapolsek Kelapa Dua Kompol Efendi memperlihatkan barang bukti beserta tersangka dalam rilis kasus pembunuhan di Apartement, di Mapolres Tangerang Selatan, BSD, Senin (13/5).

SERPONG- Wanita muda tewas. Tari, sapaannya. Profesi sehari-hari sebagai Pemandu Lagu. Saat ditemukan, pemilik nama Sulastri (21) ini telanjang. Tak bernyawa. Leher korban dijerat kabel charger. Tangan dan kakinya terikat sprei di kamar sebuah apartemen. Lokasinya di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Tidak butuh waktu lama bagi polisi. Polres Tangsel selaku penanggung jawab wilayah hukum Kelapa Dua, segera mengungkapkan tewasnya Tari. Diduga, Tari tewas dibunuh. Pelaku pembuhannya pun telah ditangkap. Seorang pria yang merupakan pelanggan korban. Diketahui korban menjajakan dirinya kepada pelaku dengan tarif Rp 400 ribu untuk sekali kencan.

Tim Reskrim Polresta Tangsel bersama dengan Polsek Kelapa Dua menangkap pelaku di tempat persembunyiannya di jalan Panglima Polim, Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (12/5).

Penangkapan tersangka itu pun langusung diekspose oleh Polres Tangsel di Mako Polres Tangsel, Serpong, Senin (13/5).

Di hadapan awak media terlihat beberapa barang bukti uang, telpon genggam, serta beberapa alat untuk membunuh Tari. Seperti kabel charger yang digunakan untuk menjerat leher korban hingga tewas.

Kapolresta Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, begitu mendapatkan laporan adanya pembunuhan tersebut, tim Reskrim langsung bergerak. Tempat kejadian perkara diperiksa. Beberapa saksi juga diminta keterangannya.

“Berdasarkan saksi dan rekaman CCTV lalu kami cocokan, didapati satu pelaku,” terang pria yang sebelumnya menjabat Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini.

“Kami cocokan dari rekaman CCTV kendaraan dan orang terakhir yang bertemu korban,” imbuhnya.

Pelaku, disebutnya, mengenal korban lewat aplikasi WeChat. Kemudian melalui pesan singkat di aplikasi tersebut. Keduanya bersepakat untuk berkencan. Dengan tarif Rp 400 ribu untuk sekali kencan. Uang sejumlah itu harus dibayarkan pelaku agar bisa berkencan dengan korban.

Namun pelaku rupanya hanya membawa uang Rp 50 ribu pada saat tiba di apartemen. Seusai berkencan. Ketika melihat barang-barang berharga milik korban, pelaku pun langsung melakukan tindak kekerasan dengan mencekik dan melilit leher korban. Kabel charger dipakai untuk menjerat hingga tewas.

“Menurut keterangan pelaku, mereka kenal lewat aplikasi WeChat kemudian melakukan janjian di apartemen tersebut dan melakukan kencan, dengan tarif Rp 400 untuk satu kali kencan,” ungkap perwira polisi yang pernah menjadi penyidik KPK ini.

Dari keteragan tersebut, Ferdy mengatakan dugaan pelaku melakukan pembunuhan lantaran motif ingin mengambil barang-barnag milik korban. Alasan pelaku, karena tengah dalam kesulitan ekonomi.

“Barang bukti yang kita amankan yakni sejumlah uang, dua bungkus alat kontrasepsi yang sudah terpakai, pakaian dalam milik korban, dan kabel charger untuk mengikat kaki korban,” ujarnya.

Pelaku dikenakan pasal 340 dan atau pasal 338 dan atau pasal 265 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal hukuman mati dan minimal 15 tahun penjara.

Ketika Polres menggelar konferensi pers, tersangka turut diperlihatkan. Tersangka bernama AS mengenakan baju tahanan Polres warna orange. Nomor 40 terlihat di bagian dada kirinya. Hanya tertunduk. Berdiri di belakang Kapolres dan jajarannya yang tengah memberi keterangan kepada awak media. Di belakang tersangka, sejumlah polisi bersenjata lengkap. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!