Aplikasi Karir Tangsel dan BPJS-TK Pusat Jalin Sinergi

Diterbitkan  Rabu, 15 / 05 / 2019 20:07 - Berita Ini Sudah :  134 Dilihat

SERPONG-Apindo Tangsel melebarkan sayap. Jajaki kerjasama. BPJS Ketenagekerjaan (BPJS-TK) Pusat melalui bidang vokasi, salah satu yang kini digandengnya. Aplikasi apindotangsel.topkarir.com diluncurkan Gubernur Banten Wahidin Halim beberapa waktu lalu tersebut, dapat menjadi solusi. Khususnya, bagi warga Tangsel yang mencari pekerjaan.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Tangsel Yakub Ismail, usai mendiskusikan pokok kerjasama yang akan dijalin dengan BPJS-TK menyampaikan harapannya. Apindo Tangsel melalui aplikasi karir dapat memberikan manfaat. Terutama dalam memberikan sinergi masalah ketenagakerjaan. Kerjasama dengan BPJS-TK, karena punya program-program vokasi.

“Bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki program vokasi. Dan kami baru saja melakukan pertemuan dengan mereka selaku representasi dari aplikasi karir apindotangsel.topkarir.com. Setelah paparan, kita tahu mana yang bisa kita masuk di antaranya membuat pelatihan-pelatihan. Selain memiliki banyak program. Mereka juga memiliki anggaran besar yang dapat digunakan,” katanya di salah satu resto kawasan Serpong.

Ini dilakukan untuk kebaikan tenaga kerja di Tangsel. Ke depan agar memiliki keterampilan mumpuni. Aplikasi apindotangsel.topkarir.com dapat bersinergi dengan banyak pihak. Selain dengan BPJS, juga OPD di Tangsel. Jika sudah maksimal nanti, ini dapat diterapkan di tujuh kabupaten/kota di Banten

“Ini sudah jelas Gubernur sudah memberikan lampu hijau bisa maksimal beroperasi di Provinsi Banten. Hal ini  dalam rangka mensuport penyerapan tenaga kerja yang notabene tingkat pengangguran di Banten tertinggi se-Indonesia yaitu 8,54 persen. Semua ini bertujuan ke sana,” terangnya bersama Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) Apindo Tangsel, Adwin Sjahrizal.

Program yang ada di BPJS-TK Pusat ini memang terbatas. Diperuntukkan kepada mereka yang pernah terdaftar sebagai pekerja Industri tertentu atau perusahaan tertentu. Kemudian, mereka menjadi anggota BPJS. Namun  yang bersangkutan secara kebetulan berhenti atau diberhentikan. Mereka itu memiliki kesempatan untuk ditingkatkan skillnya.

“Sementara untuk yang lainnya kita akan sinergikan dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Bidang-bidang yang jadi konsen, adalah bidang kontruksi, perikanan, perhotelan, dan beberapa lainnya oleh BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Untuk vokasi bidang kontruksi dari Apindo Banten dapat memfasilitasi melalui Asosiasi Profesi Kontruksi melalui sertifikasi terbitan dari Lembaga Pengembangan Jasa Kontruski (LPJK). LPJK  dibentuk Kementerian PUPR melalui Dirjen Bina Kontruksi. Lembaga ini  saat ini satu-satunya yang menerbitkan sertifikasi masyarakat .

“BPJS melatih tapi tidak mengeluarkan sertifikat. Targetnya dapat bersaing di kancah internasional. Kompetensi ini harus ditingkatkan berikut sertifikasi. Dengan demikian tidak hanya terbatas domestik tapi juga merambah ke internasional, karena Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut di dalam Masyarakat Ekonomi Asen (MEA) dan akan meningkat ke Asia Pasifik hingga ke global, dunia,” imbuhnya.

Asisten Deputi Kendali Mutu dan Investigasi Klaim, Direktorat Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Isnavodiar Jatmiko menyampaikan, melalui vokasi, pelamar melihat lowongan. Kemudian, mengikuti pelatihan tenaga kerja. Jika pelatihan bagus, serapan pun akan bagus.

“Kami juga akan melihat lembaga pelatihan mana yang bagus dan terus tersalurkan. Termasuk kami akan melihat pelatihan yang tidak aktif. Semua informasi akan dikirim ke Kementerian Ketenagekerjaan,” jelasnya.

Turut hadir Direktur Operasional Topkarir.com, Diana Tanu. Ia mencontohkan, ada peluang besar bidang penjualan. Hanya saja ini masih dianggap belum penting oleh pelamar kerja. Sementara penjualan dalam perusahaan menjadi kunci utama. Saat ini lulusan SMA-SMK lebih banyak pada administrasi perkantoran.

“Skill penjualan belum diperhatikan padahal rata-rata banyak yang menjadi pengusaha dari pengalaman. Perusahaan banyak membutuhkan bidang penjualan,” ujarnya.

Selain memang hard skill penting, ada yang lebih penting yaitu soft skill. Ini untuk mensiasati saat pekerja baru aktif sebulan atau dua bulan tiba-tiba menghilang di perusahaan. Untuk itu perlu ada vokasi soft skill kendati membutuhkan waktu lama. Mencapai tiga bulan. “Lama karena mengubah perilaku seseorang, sehingga membutuhkan waktu lama,” bebernya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!