Petugas Sensus BPS Jalani Misi Pengecekan Peta

Diterbitkan  Rabu, 15 / 05 / 2019 20:07 - Berita Ini Sudah :  1372 Dilihat

CIPUTAT TIMUR- Ramadan. Tidak menyurutkan petugas sensus Pemetaan dan Pemutahkiran Muatan Wilayah Kerja Statistik Sensus Penduduk 2020 (Wilkerstat SP2020) dari BPS Tangsel. Mereka tetap menjalankan misi mengecek peta secara GPS, android dan manual. Sinyal muncul timbul jadi perhatian.

Kepala BPS Kota Tangsel, Achmad Widyanto memastikan tidak ada hembatan berarti kendati Ramadan. Petugas diambil dari orang terdekat. Orang yang mengetahui wilayah. Mereka terdiri dari pegawai kelurahan atau PKK setempat. Dengan demikian, memahami betul lokasi daerahnya.

“Tidak ada kesulitan saat petugas turun ke lapangan mengecek batas wilayah dan muatannya. Hanya saja misalnya karena Ciputat Timur berbatasan dengan DKI Jakarta, maka ada satu wilayah Tangsel, yang lokasinya di DKI. Namun secara administrasi masuk ke Tangsel. Ini batasnya sudah ada sesuai dengan peta yang ada,” katanya.

Selain memastikan batas wilayah lebih rinci dari tingkat RT/RW ,juga kelurahan dan kecamatan. Itu menjadi hal lebih teliti saat di wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah lain, seperti di Ciputat Timur. Di samping petugas memastikan batas dengan kabupaten/kota dan provinsi, juga batas di lingkungan RT.

“Jangan sampai ada satu wilayah diakui oleh dua pihak, karena persoalan batas wilayah. Maka harus dipastikan betul mana batas-batas RT/RW. Karena di tengah masyarakat sekarang sering tertutup batas-batasnya, karena bangunan, sehingga satu rumah terkadang sebagian di RT yang satu dan sebagaian di RT yang lain. Untuk itu harus dipotret dengan jelas,” jelasnya.

Petugas juga memastikan muatan dalam wilayah. Yang dimaksud muatan itu yang ada di dalam wilayah itu. Misalnya, di satu RT terdiri dari bangunan rumah tangga, dan bangunan non rumah tangga. Non rumah tangga seperti gedung-gedung perkantoran, pertokoan, dan gedung-gedung lain.

“Muatan seperti bangunan, berapa jumlah bangunan mall, pertokoan, perguruan tinggi, dan sekolah, masjid. Petugas juga memastikan berapa kegiatan perekonomian dan bangunan-bangunan penting seperti masjid, kampus sekolah-sekolah,” terang pria yang sebelumnya menjadi Kepala BPS Kota Serang ini.

Dalam muatan, dipastikan setiap tahun ada perkembangan. Pihak BPS sendiri bukan mengukur seberapa besar lonjakan pembangunan tapi arahnya untuk memudahkan petugas sensus penduduk 2020 mendatang supaya lebih mudah saat melakukan pendataan ke masyarakat.

“Lonjakan kita belum menghitung. Tapi menghitung titik-titiknya. Ini untuk menghitung sensus penduduk agar ketahuan berapa petugasnya dan muatannya. Mengapa perlu ada peta, salah salah satu upaya menyiapkan batas supaya jelas,” ujarnya.

Sensus penduduk nanti akan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Hal ini untuk menghindari beda pendataan. Selama ini data penduduk yang dirilis BPS dengan dinas kependudukan selalu berbeda. “Hal ini terjadi karena tidak semua warga yang tinggal di Tangsel ber KTP Tangsel. Tapi banyak juga yang ber KTP luar Tangsel. makanya nanti akan bersama-sama dengan Disdukcapil Tangsel,” tegas Achmad Widyanto.

Petugas se-Tangsel sebanyak 596 orang.  Tersebar di tujuh kecamatan. Tugasnya akan berakhir pada 22 Mei mendatang. Rapat dengan kordinator masing-masing segera digelar. Saat ini ada sebagian kelurahan yang sudah selesai melakukan sensus. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!